ORGANISASI

Aksi Mengatasnamakan Rakyat Aru Dipertanyakan, GASMEN Maluku Duga Ada Skenario Jatuhkan Kaidel

Share Berita

MALUKU, RN Today.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Sahabat Komendan (GASMEN) Maluku Rofki Derlean menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang belakangan ini kembali digelar dengan mengatasnamakan masyarakat Kepulauan Aru patut dicurigai sebagai gerakan yang tidak murni mewakili aspirasi warga lokal.

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan massa aksi justru bukan berasal dari masyarakat asli Aru, meski membawa nama rakyat Aru sebagai legitimasi gerakan.

Ketua DPD GASMEN Maluku menilai, pola aksi yang dilakukan secara berulang dengan isu yang sama mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan warna kepemimpinan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel. Ia menyebut, penggunaan nama masyarakat Aru oleh kelompok tertentu adalah bentuk manipulasi opini publik yang berpotensi merusak stabilitas daerah.

“Kalau benar membawa suara masyarakat Aru, seharusnya yang hadir dan bersuara adalah masyarakat Aru sendiri. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu yang ingin menyerang kepemimpinan Bupati,” tegasnya.

GASMEN Maluku juga mengingatkan bahwa sebagai warga negara yang baik, masyarakat seharusnya menghormati dan mempercayai proses hukum yang sedang berjalan. Terlebih, pihak Kejaksaan telah secara terbuka memberikan keterangan resmi terkait persoalan yang terus diangkat dalam aksi-aksi tersebut. Namun, meski penjelasan hukum telah disampaikan, demonstrasi tetap dilakukan secara berulang tanpa dasar baru yang jelas.

“Ketika penegak hukum sudah menyampaikan keterangan resmi, tetapi aksi tetap dilakukan dengan isu yang sama, maka wajar jika publik menduga ada agenda lain di balik gerakan tersebut. Ini bukan lagi soal penegakan hukum, tetapi sudah mengarah pada upaya pembentukan opini untuk menjatuhkan kepala daerah,” lanjutnya.

GASMEN Maluku menilai Bupati Timotius Kaidel telah menjalankan pemerintahan sesuai dengan mekanisme dan koridor hukum yang berlaku. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar kepemimpinan di Kepulauan Aru tidak terus-menerus disudutkan oleh aksi-aksi yang dinilai tidak jujur mewakili kehendak rakyat.

Sebagai organisasi masyarakat, GASMEN Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat Kepulauan Aru untuk tetap kritis namun rasional, serta tidak mudah terprovokasi oleh gerakan yang mengatasnamakan rakyat tetapi sarat kepentingan kelompok. GASMEN juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kemungkinan adanya aktor-aktor tertentu yang menunggangi aksi demonstrasi demi kepentingan politik dan kekuasaan di daerah.

Editor : RN BE02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *