Jakarta, RN today.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali mendorong perhatian serius Pemerintah Pusat terhadap tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Hal itu ditegaskan langsung Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Ruang Rapat Gedung dr. Leimena, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (6/2/2026).
Dalam pertemuan yang turut dihadiri jajaran pejabat teknis Kemenkes RI tersebut, Bupati Ricky mengurai secara gamblang kondisi geografis Kepulauan Tanimbar sebagai daerah kepulauan dengan sebaran pulau yang berjauhan. Situasi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat.
Ketergantungan pada transportasi laut yang sangat dipengaruhi cuaca, jarak tempuh antarpulau yang panjang, serta keterbatasan fasilitas rujukan menyebabkan warga kerap menghadapi risiko tinggi saat membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Tidak jarang, pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Salah satu isu krusial yang disampaikan adalah kebutuhan mendesak pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe C di Saumlaki sebagai pusat rujukan regional. Selama ini, keterbatasan fasilitas rujukan memaksa pasien dengan kondisi darurat atau membutuhkan penanganan dokter spesialis dirujuk ke luar daerah. Proses tersebut kerap terkendala cuaca ekstrem serta tingginya biaya transportasi, yang pada akhirnya membahayakan keselamatan pasien.
Selain persoalan rujukan, Bupati Ricky juga mengungkapkan kondisi sejumlah Puskesmas Rawat Inap yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Kerusakan fasilitas kesehatan ini semakin memperberat beban pelayanan, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir yang menjadikan Puskesmas sebagai satu-satunya akses layanan kesehatan terdekat.
Tak hanya itu, keterbatasan tenaga dokter spesialis, minimnya alat kesehatan, serta kekurangan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) turut menjadi sorotan. Menurut Bupati, tanpa dukungan sumber daya kesehatan yang memadai, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan akan sulit dicapai secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang membangun komunikasi langsung dengan Pemerintah Pusat. Ia menilai, penyampaian kondisi riil di lapangan merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
Wamenkes juga memaparkan arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang menempatkan wilayah kepulauan dan daerah dengan akses terbatas sebagai prioritas. Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi negara untuk abai terhadap hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Terkait pembangunan RSU Tipe C di Saumlaki, Wamenkes memastikan bahwa proses perencanaan dan tahapan pembangunan akan segera ditindaklanjuti dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan mampu memangkas rantai rujukan, mempercepat penanganan pasien, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar secara menyeluruh.
Editor : RN BE02