INFRASTRUKTUR PEMERINTAHAN

Gubernur Maluku Tembus Akses Ekstrem ke Rumberu, Resmikan Gereja dan Putuskan Solusi Jalan Inamosol Lewat Dana Inpres

Share Berita

SBB, RN today.com –  Momentum bersejarah tercatat di Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), saat Hendrik Lewerissa bersama istri, Maya Lewerissa, menembus medan berat demi meresmikan Gedung Gereja Rumberu yang telah dibangun selama 29 tahun.

Kunjungan ini menjadi yang pertama dalam sejarah wilayah tersebut, di mana seorang gubernur hadir langsung di desa terpencil dengan akses jalan yang dikenal ekstrem. Perjalanan menuju Rumberu diwarnai medan terjal, jalan berlumpur, serta batu-batu besar yang menyulitkan kendaraan melintas. Rombongan menggunakan kendaraan 4×4 untuk mencapai lokasi, menghadapi risiko tinggi di sepanjang jalur pegunungan.

Peresmian gereja tidak hanya menjadi simbol rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi penanda keteguhan iman dan perjuangan masyarakat setempat yang selama hampir tiga dekade membangun rumah ibadah secara swadaya.

Usai peresmian, Gubernur Maluku melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan tertutup di Pastori Gereja Rumberu bersama para kepala desa se-Kecamatan Inamosol, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gerard Wakanno yang selama ini dikenal aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

Dalam diskusi tersebut, persoalan utama yang disampaikan masyarakat adalah kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Waimital, Kawatu, Rumberu, Rambatu, hingga Manusa. Jalan tersebut selama ini menjadi hambatan utama mobilitas warga karena kondisi yang berbahaya dan minim penanganan.

Menanggapi hal itu, Gubernur tidak memberikan jawaban normatif. Ia langsung berdiskusi dengan jajaran teknis, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, untuk mencari solusi konkret.

Dalam waktu singkat, diputuskan bahwa pembangunan ruas jalan Inamosol akan diupayakan melalui skema Dana Instruksi Presiden (Inpres), sebagai alternatif dari keterbatasan anggaran kabupaten.

Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang memotong panjangnya prosedur birokrasi. Dengan skema ini, pembangunan jalan yang selama ini terkendala status kewenangan dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu proses anggaran daerah yang memakan waktu.

Gerard Wakanno menyampaikan apresiasi atas langkah cepat tersebut. Ia menilai kunjungan Gubernur bukan sekadar seremonial, melainkan membawa keputusan nyata yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini pertama kalinya kami tidak hanya didengar, tetapi langsung melihat keputusan diambil di hadapan kami,” ujarnya dalam rilisan yang di terima media 22/03/2026

Hal senada disampaikan Camat Inamosol yang menyebut keputusan tersebut sebagai babak baru pembangunan wilayah. Menurutnya, kehadiran pemerintah provinsi dengan solusi konkret memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terisolasi.

Bagi warga Inamosol, kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar peresmian gereja. Ini adalah simbol kehadiran negara secara nyata, melalui langkah cepat dan keberanian mengambil keputusan di tengah keterbatasan.

Dengan rencana pemanfaatan dana Inpres, ruas jalan yang menghubungkan desa-desa di Inamosol kini tidak lagi sekadar harapan, melainkan komitmen yang telah dimulai dari sebuah pertemuan sederhana di Rumberu.

Hari ini tidak hanya dikenang sebagai peresmian gereja, tetapi juga sebagai titik balik pembangunan infrastruktur di wilayah yang selama ini terpinggirkan. (RN-BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *