LINGKUNGAN PEMERINTAHAN

Jalan Nasional Tergenang, Seruan Pemuda Batu Merah Akhirnya Direspons Pemkot Ambon

Share Berita

AMBON, RN today.com – Aksi seruan keras pemuda dan warga Negeri Batu Merah akhirnya memecah kebuntuan persoalan genangan air yang selama bertahun-tahun dibiarkan menguasai ruas Jalan Jenderal Sudirman, Batu Merah, Kota Ambon. Seruan itu terpampang jelas di pinggir jalan nasional, menyasar Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga BPJN, sebagai bentuk kekecewaan warga atas persoalan drainase yang tak kunjung ditangani serius.

Tulisan bernada protes itu berbunyi:

“Tolong lia got ini, akang su tasumbat, baoli, bulan depan ini su mau puasa, tolong jua datang bikin bae akang”  Beta par Ambon, Ambon par samua.”

Pesan tersebut mencerminkan keresahan warga yang menilai keluhan mereka selama ini seperti diabaikan, meski surat resmi telah dilayangkan ke instansi terkait.

Warga menyebut, genangan air di ruas Jalan Jenderal Sudirman Batu Merah kerap menyebabkan kecelakaan, khususnya pengendara sepeda motor yang tergelincir akibat air bercampur lumpur, oli dan sampah. Ironisnya, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang dilintasi ribuan pengguna setiap hari, bukan hanya warga Batu Merah semata.

“Ini bukan jalan kampung, ini jalan umum. Semua orang lewat di sini. Tapi dibiarkan rusak dan tergenang air bertahun-tahun,” ujar salah satu warga Batu Merah dengan nada kecewa.

Tekanan publik melalui aksi pemuda itu akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pekerjaan Umum langsung gerak cepat ke lokasi melakukan pembersihan selokan dan drainase yang tersumbat.

Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, yang turut hadir bersama warga, menyampaikan apresiasinya atas respon cepat Pemkot Ambon. Ia mengakui persoalan drainase tersebut sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat tanpa solusi yang jelas.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya Wali Kota, yang merespon cepat seruan masyarakat Batu Merah. Ini masalah lama yang akhirnya ditangani,” ujar 30/01/2026

Ia juga mengapresiasi peran pemuda Batu Merah yang berani menyuarakan keresahan warga secara terbuka. Menurutnya, gerakan bersih-bersih yang dilakukan pemuda di berbagai lingkungan menjelang bulan suci Ramadan adalah bentuk kepedulian sosial yang patut dicontoh.

“Ini bukan sekadar soal genangan air, tapi soal kepedulian bersama. Menyambut bulan suci, pemuda bergerak, pemerintah merespon. Ini sinyal baik,” tambahnya.

Meski demikian, warga berharap langkah cepat ini tidak berhenti pada pembersihan sementara. Mereka mendesak adanya penanganan permanen terhadap sistem drainase di jalan nasional tersebut agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Aksi pemuda Batu Merah menjadi pengingat keras bahwa tekanan publik sering kali menjadi pemicu utama bergeraknya birokrasi, sekaligus menegaskan bahwa jalan nasional di jantung Kota Ambon seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah (EB)

Editor : RN BE02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *