Ambon, RN today.com – Kualifikasi Gada Pratama bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan fondasi utama dalam membentuk satuan pengamanan yang profesional, berdisiplin, dan memahami batas kewenangannya. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama PT Baraja Jasa Nusantara Gelombang I Angkatan I yang berlangsung di Waiheru, jumat (07/02/2026).
Kepala Operasional PT Baraja Jasa Nusantara, Ahmad Solissa, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan Gada Pratama adalah menghasilkan satpam yang memiliki sikap mental, kepribadian, kesehatan fisik, pengetahuan, serta keterampilan dalam menjalankan fungsi kepolisian terbatas sebagai pelaksana pengamanan di area kerja.
Menurutnya, satpam Gada Pratama dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengamanan secara profesional di wilayah kerjanya masing-masing, dengan kewenangan yang jelas dan terbatas. Mereka bertugas melakukan pengaturan, penjagaan, patroli, pengawalan, penanganan tempat kejadian perkara, serta pengamanan barang-barang berbahaya dan terlarang, namun tetap berada dalam koridor hukum dan tidak melampaui area penugasan.
“Satpam bekerja di dalam area tugasnya, tidak di luar. Mereka menjalankan kewenangan kepolisian yang sifatnya terbatas, sesuai aturan dan SOP. Itulah yang menjadi penekanan utama dalam pendidikan Gada Pratama,” tegas Ahmad Solissa.
Pelatihan ini juga dirancang untuk membentuk kedisiplinan tinggi melalui berbagai kegiatan fisik dan pembinaan karakter. Para peserta dibekali materi kepolisian terbatas, di antaranya beladiri Polri, penggunaan tongkat dan borgol, baris-berbaris, hingga pembinaan sikap mental dan etika profesi.
Selain itu, peserta mendapatkan materi pelayanan prima, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pemahaman mendalam mengenai tugas pokok dan fungsi satpam. Seluruh materi tersebut ditujukan agar satpam mampu menjalankan patroli dan pengawalan secara profesional, sesuai dengan tanggung jawab dan area penugasannya.
Ahmad Solissa menekankan bahwa disiplin menjadi kunci utama dalam profesi satuan pengamanan. Satpam dituntut hadir lebih awal dan pulang paling akhir, menjaga kesiapsiagaan, serta menjadi representasi atau etalase institusi tempat mereka bertugas.
“Satpam adalah wajah pertama yang dilihat masyarakat. Sikap, disiplin, dan profesionalisme mereka mencerminkan instansi pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta tempat mereka bekerja. Karena itu, mereka harus mampu memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik,” ujarnya.
Melalui pelatihan Gada Pratama ini, PT Baraja Jasa Nusantara berharap dapat mencetak satuan pengamanan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berintegritas, berdisiplin tinggi, serta memahami batas kewenangan dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.
Editor : RN BE02