MALUKU, RN today.com – Pimpinan Wilayah (PW) Maluku Pemuda Muslimin Indonesia melalui Ketua Panji Kilbuti, S.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap langkah baru Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam pemanfaatan sumber daya alam, khususnya pada sektor perikanan dan kelautan. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi objektif dan relevan dalam menjawab tantangan ekonomi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Panji Kilbuti menjelaskan bahwa penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Efisiensi Belanja APBN serta Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN/APBD menjadi tantangan besar bagi kepala daerah. Di satu sisi, pemerintah daerah dituntut melakukan efisiensi, namun di sisi lain kebutuhan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kepala daerah untuk menghadirkan langkah-langkah konkret dan mandiri guna meminimalisir ketergantungan fiskal sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi daerah. Dalam konteks SBT, pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan dinilai sebagai pilihan strategis yang berbasis pada karakter geografis wilayah.
Kabupaten Seram Bagian Timur diketahui memiliki wilayah laut yang lebih dominan dibanding daratan. Potensi ini, jika dikelola secara baik dan berkelanjutan, diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Tidak hanya menjawab tantangan fiskal, kebijakan tersebut juga berpotensi menggerakkan sekitar 1.980 nelayan pancing ulur (fiber) yang tersebar di 198 desa di wilayah tersebut.
PW Maluku Pemuda Muslimin Indonesia juga menyoroti sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kabupaten SBT dan Syarikat Islam melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Kerja sama ini dinilai membuka ruang percepatan implementasi program serta memperluas jejaring dukungan lintas lembaga.
Dalam penandatanganan MoU tersebut turut hadir Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, yang didampingi Tenaga Ahli Perikanan dan Kelautan, Fahri Kilwouw, beserta jajaran pengurus lainnya. Kedua pihak berkomitmen untuk tidak hanya mendorong optimalisasi hasil perikanan dan kelautan, tetapi juga mendukung percepatan hilirisasi sagu serta pengembangan potensi sumber daya alam lainnya di SBT.
PW Maluku Pemuda Muslimin menilai sinergi tersebut sangat potensial dalam menarik keterlibatan lembaga swasta maupun pemerintah, termasuk lintas sektor, melalui peran 198 koperasi desa (KOPDES) yang berada di desa-desa potensial perikanan. Skema ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi berbasis desa sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi lokal.
Meski demikian, Panji Kilbuti menegaskan bahwa langkah ini masih merupakan tahap awal. Ia berharap kepala daerah SBT tetap konsisten dan progresif dalam merealisasikan setiap kebijakan yang telah dirancang. Mengingat hampir 50 persen masyarakat SBT berprofesi sebagai nelayan, keberhasilan program ini diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Editor : RN BE02