Maluku, RN Today.com – Wilayah Seram Utara dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai sentral ketahanan pangan Kabupaten Maluku Tengah. Dengan bentang wilayah yang luas, kontur lahan yang relatif subur, serta ketersediaan kawasan transmigrasi seperti Pasahari, Seram Utara menyimpan potensi besar yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal. Kondisi geografis ini menjadi modal utama bagi pemerintah daerah untuk menjadikan Seram Utara sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah.
Secara historis, Seram Utara bukan wilayah baru dalam sektor produksi pangan. Daerah ini telah lama dikenal sebagai pemasok kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari beras, cabai, hingga berbagai jenis sayuran. Hasil pertanian dari Seram Utara tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga didistribusikan ke Kota Masohi bahkan hingga ke Kota Ambon. Fakta ini menunjukkan bahwa secara alamiah, Seram Utara telah menjalankan fungsi strategis sebagai lumbung pangan regional.
Pengembangan Seram Utara sebagai sentral ketahanan pangan juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi berbasis sektor riil. Pertanian, perkebunan, dan hortikultura merupakan sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Jika dikelola dengan perencanaan matang, dukungan infrastruktur, akses permodalan, serta pendampingan teknologi pertanian, Seram Utara berpotensi menjadi tulang punggung stabilitas pangan Maluku Tengah.
Gagasan ini tentu membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah kabupaten diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat sistem distribusi, penyimpanan hasil panen, hingga jaminan harga bagi petani. Selain itu, penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya generasi muda di Seram Utara, menjadi kunci agar sektor pangan tidak stagnan dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Masyarakat Seram Utara pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh jika wilayahnya dijadikan sentral ketahanan pangan. Dukungan ini tercermin dari kesiapan lahan, tradisi bertani yang masih kuat, serta harapan besar agar sektor pertanian mendapat perhatian serius dan berkelanjutan. Bagi masyarakat, program ini bukan sekadar proyek, melainkan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjaga keberlanjutan wilayah.
Dengan potensi alam yang besar dan dukungan sosial yang kuat, Seram Utara layak menjadi prioritas dalam peta pembangunan ketahanan pangan Maluku Tengah. Kini, yang dibutuhkan adalah keberanian kebijakan, konsistensi perencanaan, dan keberpihakan nyata kepada petani. Jika hal ini terwujud, Seram Utara bukan hanya menjadi sentral pangan, tetapi juga simbol kemandirian dan kekuatan ekonomi daerah Maluku Tengah.
Oleh : Muis Kabakoran (Pemerhati Publik)
Editor : RN BE02