REDAKSINEWSTODAY, Baubau – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan yang menjadi salah satu daerah penghasil ubur-ubur terbaik di dunia hari ini melakukan ekspor perdana melalui Pelabuhan murhum untuk bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas terbaik pemerintah akan melakukan berbagai upaya terhadap masyarakat nelayan ubur-ubur.
Ubur-ubur merupakan salah satu hasil potensi laut yang ada di wilayah kabupaten Buton Selatan khususnya di wilayah teluk sampolawa hal ini menjadi komoditi terbaik dunia yang akan siap dipasarkan di internasional terutama di daerah Cina Tiongkok.
Ketika dikonfirmasi Direktur Utama PT. Triko Bina Nusantara Anton menjelaskan, hari ini kita telah melakukan ekspor Perdana ubur-ubur melalui Pelabuhan Murhum, dan lintas koordinasi ini telah kami lakukan berbagai upaya baik dalam bentuk pengawasan Bea Cukai, badan karantina hewan dan tumbuhan wilayah Sulawesi Tenggara, juga terkait dengan kualitas ubur-ubur yang menjadi salah satu aspek utama dalam komoditi ini.
“Hari ini Alhamdulillah kami didampingi oleh wakil gubernur Sulawesi Tenggara bersama Wakil Walikota Baubau dan perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan Kepala Dinas Perikanan dan Kepala Dinas Perdagangan untuk menyaksikan secara langsung kegiatan ekspor perdana kita hari ini” Ungkapnya.
Ia menuturkan, untuk ekspor ke Tiongkok dari Pelabuhan Murhum membutuhkan waktu 20 hari, dan untuk bentuk pengeksporan asinan yang telah diambil dari masyarakat, dan untuk prosesnya sendiri dari masyarakat biasanya sekitar 1 bulan setelah ditangkap ubur-ubur di berikan garam.
” Untuk ubur-ubur sendiri itu per musim Jadi kerjanya kita hanya ketika musim ubur-ubur saja datang, untuk musimnya sendiri biasanya berada pada bulan 8 hingga bulan 11 itu pun tidak pasti, namun untuk wilayah Sulawesi Tenggara Alhamdulillah sepanjang tahun ada terus ubur-uburnya” Imbuhnya.
Ia menjelaskan, Yang pastinya untuk wilayah kabupaten Buton Selatan adanya di sampolawa, Kabaena juga ada, dan memiliki kualitas terbaik yang ada di dunia Jadi wilayah Sulawesi Tenggara merupakan ubur-ubur dengan kualitas terbaik.
“Untuk selanjutnya di penerima ubur-ubur biasanya dijadikan bahan pangan walaupun nantinya masuk di perusahaan sebagai bahan baku, karena akan diolah kembali ubur-ubur yang akan kami ekspor ini, untuk rencananya tadinya ada 4 kontainer Namun karena ada sedikit masalah teknis jadi saat ini kami baru bisa mengirim satu kontainer” imbuhnya.
Kata Anton, keuntungan dari 4 container biasanya 1,2 miliar lebih dengan harga pasar per kilonya mencapai 23 dolar per kilo. Jadi untuk satu kontainernya kurang lebih harga jualnya mencapai 300 Juta sampai 400 juta lebih.
“Untuk PT Tirko Bina Nusantara sendiri bergerak di bidang perikanan dan saat ini Alhamdulillah bisa mengekspor ubur-ubur karena didorong dari Bea Cukai badan mutu dan karantina, dan seperti yang telah diucapkan oleh wakil gubernur bahwa tidak langsung berlayar ke Cina namun untuk ekspornya sendiri sudah tercatat dari pelabuhan Murhum dan tiba di pelabuhan Surabaya tidak langsung dibongkar lagi tapi tinggal di over ke kapal induk eksportir” Jelasnya.
Ungkapan Senada diberikan oleh Plt. Kadis Perikanan Nafiruddin mengatakan “Terkait dengan ekspor ubur-ubur hari ini kami selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan, akan melakukan langkah-langkah dan komunikasi lebih jauh agar nelayan ubur-ubur yang ada di wilayah teluk sampolawa bisa menjadi salah satu potensi yang daerah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat” imbuhnya.
Ia menjelaskan, sebagai langkah awal ini akan menjadi salah satu pendorong untuk masyarakat Kabupaten Buton Selatan yang bergerak di bidang perikanan terutama menggerakkan ekonomi masyarakat yang tadinya ubur-ubur tidak berharga Namun karena ada pembeli sehingga masyarakat sampolawa bisa menangkapnya secara manual dan memiliki kualitas unggul untuk bisa diekspor.
“Yang perlu dicatat adalah ubur-ubur wilayah teluk sampolawa merupakan salah satu kualitas ubur-ubur terbaik dunia dan itu tepatnya ada di wilayah kabupaten Buton Selatan dan akan terus kita dorong untuk bisa menjadi salah satu aspek utama di wilayah Kabupaten Buton Selatan” Imbuhnya.
(Ha)
Editor : Harry