MALUKU, RN today.com – Proyek Maluku Integrated Port (MIP) yang diharapkan menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Maluku, kini menjadi sorotan publik Maluku. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. dan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi langkah awal bagi pembangunan MIP. Tetapi, hingga saat ini, keberlanjutan proyek dan MOU tersebut masih tidak jelas.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut, menandai langkah awal pelaksanaan studi kelayakan awal (Pre-Feasibility Study/Pre-FS) untuk perencanaan Pelabuhan Terpadu Maluku. Namun, publik Maluku kini mempertanyakan keseriusan dan transparansi proyek MIP dan MOU OSAKA tersebut, setelah adanya kabar keputusan pemprov memindahkan titik lokasi MIP, dari Waisarisa ke Ambon.
Lokasi PSN MIP yang berubah-ubah, awalnya di Ambon, kemudian pindah ke Waisarisa, dan sekarang kembali ke Ambon, memicu pertanyaan publik Maluku terkait konsistensi dan kemampuan perencanaan Gubernur Maluku. Perubahan lokasi ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan infrastruktur di Ambon untuk mendukung Mega proyek berskal besar tersebut (PSN MIP).
Gubernur Maluku wajib menjelaskan secara transparan kepada publik Maluku tentang status MOU MIP di Osaka, apakah MOU ini masih berlaku dan masih dilanjutkan ataukah tidak, serta apa yang menjadi alasan perubahan lokasi proyek MIP dari Waisarisa ke Ambon. Publik Maluku berharap jawaban dari Gubernur Maluku dapat memberikan kepastian dan kepercayaan bagi masyarakat. Gubernur Maluku juga harus memastikan bahwa infrastruktur pendukung, seperti kesiapan lahan, kemampuan energi, dan iklim industri, benar-benar telah siap di Ambon untuk mendukung proyek MIP.
Penulis: W. TOMSON (Pengamat Kebijakan Publik)
Editor : RN BE02