PEMERINTAHAN PERISTIWA

Armin Maswatu : Ketidakhadiran Saya Pada (RDP) Dengan Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Bukan Sengaja.

Share Berita

Tanimbar, RN Today.com – Sehubungan dengan pemberitaan pada salah satu media online yang menyatakan bahwa saya, Armin Maswatu, tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar tanpa keterangan, saya Armin Maswatu menyampaikan penjelasan terkait ketidak hadiran saya pada RDP dengan Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada hari Kamis 05/02/2026 dan dimulai pukul 10 pagi WIT, bersama Pemerintah Desa Labobar serta BPD;

  1. Kesulitan Transportasi Akibat Cuaca Buruk: Saya, yang saat ini berada di Desa Labobar, Kecamatan Wuarlabobar, di Pulau Yamdena Barat, menghadapi kesulitan transportasi untuk hadir di Saumlaki karena kondisi cuaca yang sangat buruk, dengan angin dan ombak kencang. Hal ini membuat perjalanan melalui laut menjadi sangat berisiko dan sulit dilakukan. Sebagai masyarakat biasa, saya tidak memiliki akses mudah untuk menggunakan transportasi yang aman, sementara Kepala Desa Labobar dan kroni-kroninya dapat dengan mudah mencarter angkutan laut menggunakan dana Desa.
  2. Upaya Komunikasi dengan Ketua Komisi 1 DPRD: Pada malam sebelumnya, saya sudah menghubungi langsung Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memberikan penjelasan mengenai kesulitan yang saya hadapi terkait transportasi. Saya menyampaikan niat saya untuk hadir dalam RDP, namun kondisi alam yang tidak mendukung menghalangi perjalanan saya.
  3. Perjalanan ke Larat dan Ketidaksesuaian Waktu RDP: Saya bahkan sudah berusaha untuk sampai ke Larat, dengan harapan bisa melanjutkan perjalanan ke Saumlaki. Namun, setelah mendapat informasi dari Ketua Komisi 1 bahwa RDP dimulai pada pukul 10 pagi, saya menyadari bahwa perjalanan dari Larat ke Saumlaki pasti akan terlambat. Oleh karena itu, saya tidak bisa memenuhi undangan RDP tepat waktu, meskipun saya sangat berniat untuk hadir.
  4. Perbedaan Akses Transportasi: Sementara Kepala Desa Labobar dan kroni-kroninya bisa dengan mudah menggunakan anggaran desa untuk mencarter transportasi yang aman, saya hanya bisa bergantung pada transportasi terbatas yang ada, seperti motor yang menuju Labobar Larat, dan dari sana melanjutkan perjalanan ke Saumlaki dengan mobil. Mengingat kondisi cuaca yang buruk, perjalanan tersebut menjadi sangat terbatas dan penuh tantangan.
  5. Kehadiran Kepala Desa Labobar dan Ketidakhadirannya Bersama Saya: Saya juga ingin menambahkan bahwa saya dan Kepala Desa Labobar sama-sama berada di Desa Labobar, Mengingat kami berada di tempat yang sama, saya merasa heran mengapa Kepala Desa tidak mengajak saya untuk bersama-sama menuju Saumlaki. Ini juga mengundang kekhawatiran saya, karena saya merasa bahwa ada ketidakberanian dari pihak Kepala Desa untuk bersama-sama menghadapi RDP, karena mereka tahu bahwa saya siap untuk membongkar kebohongan yang telah dilakukan dalam pengelolaan Dana Desa. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa mereka takut kebenaran akan terungkap.

“Dengan ini Saya, Armin Maswatu sangat menghargai kesempatan untuk memberikan keterangan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa Labobar dan berharap dapat segera hadir dalam forum RDP untuk mengungkapkan kebenaran. Dengan klarifikasi ini, saya berharap tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai ketidakhadiran saya yang disebabkan oleh faktor di luar kendali saya, ‘Tegasnya.

“Lebih lanjut, penjelasan ini saya sampaikan untuk mengoreksi pemberitaan yang tidak sesuai adanya. Saya berharap masyarakat dan pihak terkait dapat memahami situasi yang saya hadapi, serta memberikan kesempatan untuk hadir dalam RDP sesuai dengan niat baik saya untuk membongkar kebenaran, “Ujar Armin Maswatu. (IR)

Editor : RN 04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *