PENDIDIKAN

Tradisi Adat Iringi Dies Natalis ke-63 Unpati, Simbol Persatuan dan Integritas Akademik

Share Berita

Ambon, RN today.com – Perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Patimura berlangsung dengan nuansa berbeda. Prosesi adat yang digelar di lapangan rektorat pada Selasa, 31 Maret, menjadi sorotan utama, menegaskan bahwa nilai budaya tetap menjadi fondasi dalam perjalanan institusi pendidikan tersebut.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan wisuda ini menghadirkan tradisi “duduk di lesa angkat janji” sebagai simbol komitmen bersama. Rektor Unpati memimpin langsung pembacaan janji, yang dimaknai sebagai tekad kolektif civitas akademika dalam menjaga integritas serta membangun kampus yang berdaya saing.

Prosesi berlangsung khidmat dengan melibatkan pimpinan universitas dan Ketua Ikapati dalam formasi jamuan adat. Mereka duduk melingkar di atas gaba-gaba yang dibalut kain biru, menciptakan ruang kebersamaan yang sarat makna simbolik tentang kesetaraan dan persaudaraan.

Tak hanya itu, atribut adat turut memperkuat nilai yang diusung dalam kegiatan tersebut. Kain merah yang dikenakan di leher para pejabat melambangkan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral, mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, tetapi amanah yang harus dijaga.

Rangkaian ritual kemudian dilanjutkan dengan prosesi minum anggur tomitomi menggunakan gelas sloki, diawali dengan tradisi bersulang bersama. Momentum ini menjadi representasi kuat dari persatuan dan solidaritas, sekaligus menegaskan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan ke depan.

Lebih dari sekadar seremoni, prosesi adat Dies Natalis ke-63 ini menjadi refleksi bagi seluruh civitas akademika. Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, Unpatti diingatkan untuk tetap konsisten meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan berlandaskan nilai budaya dan kebersamaan. (RN-BE)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *