Ambon, RN Today.com – Hasil pantauan media di salah satu ruas utama Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, menemukan kondisi drainase yang memprihatinkan. Saluran air di kawasan tersebut dipenuhi sampah plastik, sedimen, dan berbagai material yang menghambat aliran air. Di sejumlah titik juga terlihat air menggenang di dalam saluran, yang menurut warga telah berlangsung cukup lama.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, terdapat dugaan aliran drainase tidak mengalir secara optimal karena saluran pembuangan menuju titik pembuangan akhir belum berfungsi sebagaimana mestinya atau memerlukan pembenahan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab air tertahan saat hujan dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan genangan di badan jalan. Penyebab pastinya perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi teknis yang berwenang.
Pantauan media juga menunjukkan bahwa selama hampir dua tahun terakhir, pembersihan drainase oleh pemerintah terkesan dilakukan secara bertahap dan belum menyeluruh. Sejumlah ruas terlihat telah dibersihkan, namun pada bagian lainnya masih dipenuhi tumpukan sampah dan endapan, sehingga efektivitas normalisasi drainase dinilai belum maksimal.
Ironisnya, kondisi tersebut berada di kawasan strategis yang menjadi salah satu wajah Kota Ambon. Di sepanjang ruas jalan itu berdiri hotel sejumlah rumah makan, toko, serta berbagai pusat aktivitas ekonomi yang setiap hari dikunjungi masyarakat maupun tamu dari luar daerah. Lingkungan yang kotor dan drainase yang tersumbat dinilai dapat mengurangi kenyamanan kawasan tersebut.
Selain mengganggu estetika kota, kondisi drainase yang dipenuhi sampah juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek kesehatan lingkungan. Genangan air yang bertahan dalam waktu lama berpotensi menjadi sumber pencemaran serta meningkatkan risiko berkembangnya berbagai penyakit berbasis lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Pusat Advokasi Maluku Peduli (PAMALI), Panji Kilbuty, meminta Pemerintah Kota Ambon segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan itu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya lebih memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan dunia usaha.
“Kalau drainase tidak dibersihkan secara menyeluruh dan sistem pembuangannya tidak dibenahi, persoalan banjir akan terus berulang. Kawasan ini merupakan etalase Kota Ambon karena terdapat hotel, rumah makan, dan pusat perdagangan. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata, bukan penanganan yang bersifat sementara,” tegas Panji Kilbuty.
Editor: BE
