Batauga, RN Today.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terus berkembang di Kabupaten Buton Selatan. Hingga saat ini, sebanyak lima dapur penyedia pangan gizi (SPPG) telah aktif beroperasi, dan dapur kelima resmi dilaunching pada hari ini di Kecamatan Batauga.
Acara peresmian Dapur SPPG Batauga 2, turut dihadiri oleh Bupati Buton Selatan yang diwakili Asisten I, Zainal, serta sejumlah kepala dinas terkait, yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan. Hadir pula Wakapolres Buton mewakili Kapolres Buton, serta perwakilan dari Kodim 1413 Buton.
Kepala Dapur SPPG Batauga #2 dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran dapur kelima ini semakin memperkuat jangkauan program MBG di Buton Selatan. Ia menjelaskan bahwa SPPG yang berlokasi di Lapandewa (Desa Gaya Baru), di Sampolawa (Desa Torombulu), dan di Kelurahan Laompo, dan keempat di Sampolawa Desa Gunung Sejuk.
“Setiap SPPG mempekerjakan sebanyak 52 karyawan. Dengan beroperasinya lima dapur, total ada 260 karyawan yang bekerja untuk mendukung distribusi makanan bergizi ini,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dengan porsi bernilai Rp15.000 per anak, saat ini tercatat lebih dari 12.800 penerima manfaat MBG, terdiri dari 11.000 lebih peserta didik mulai dari tingkat TK hingga SMA.
“Untuk 8.000 lebih penerima lainnya berasal dari kategori 3D, yang saat ini masih difokuskan di wilayah Kecamatan Sampolawa dan Lapandewa. Sementara untuk SPPG 2 Batauga, kami targetkan penyaluran kategori 3D yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat berjalan bulan ini,” jelasnya.

Dari sisi pasokan, terdapat 13 hingga 15 supplier yang terlibat di setiap dapur. Dengan begitu, total sekitar 75 supplier lokal berkontribusi dalam penyediaan bahan baku, mulai dari beras, ikan, telur ayam, sayur-sayuran, susu, dan lainnya.
Kepala Dapur menambahkan bahwa setiap SPPG mengelola anggaran operasional harian sekitar Rp7,5 juta hingga Rp45 juta. Dengan rata-rata 24 hari kerja per bulan, total anggaran yang bergerak mencapai sekitar Rp900 juta per dapur setiap bulan.
“Jika dikalikan lima dapur, maka perputaran anggaran mencapai Rp4,5 miliar per bulan. Kami berharap seluruh perputaran ekonomi ini benar-benar memberi dampak bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Buton Selatan,” tutupnya
Lanjutnya, Untuk sekolah yang akan menerima mbg dari dapur SPPG 2 sebanyak 15 Sekolah, 1523 siswa, kami berharap bisa mengambil bahan dari lokal Kabupaten Buton Selatan, namun untuk saat ini kami mengambil bahan bakunya dari Kota Baubau.
“Kami berharap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian bisa bersosialisasikan program MBG ke masyarakat dan bisa menanam tanaman yang dibutuhkan oleh dapur MBG, Sehingga nantinya anggaran yang ada di mbg bisa berputar di daerah dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal” Imbuhnya. (Ha)
Editor : RN BE02