HUKUM ORGANISASI

Kasus Pembacokan Gozi Rumain Mandek, Presma UIN AMSA Kritik Keras Polda Maluku

Share Berita

Maluku, RN Today.com – Presiden Mahasiswa UIN AM Sangadji Ambon, Safarrudin Lakesubun, melayangkan kritik keras terhadap Polda Maluku terkait lambannya penanganan kasus pembacokan terhadap Gozi Rumain, mahasiswa UIN AMSA, yang terjadi pada 19 November 2025 di Lorong Putri, Kota Ambon. Hampir sebulan berlalu, namun pelaku belum juga ditangkap. Menurutnya, kelambanan ini telah menimbulkan kekecewaan publik sekaligus mencoreng kredibilitas aparat penegak hukum di Maluku.

Safarrudin menegaskan bahwa keluarga korban sejak awal telah menyerahkan sejumlah bukti penting seperti rekaman CCTV, foto, dan keterangan langsung dari korban terkait identitas pelaku. Meski bukti awal sudah lengkap, ia menilai aparat tidak menunjukkan progres berarti. “Apa lagi yang ditunggu? Bukti awal lengkap, tapi pelaku masih berkeliaran. Ini mencederai rasa keadilan,” ujarnya dengan nada kecewa. Ia menyebut penundaan ini berpotensi menimbulkan rasa takut di lingkungan kampus dan masyarakat.

Lebih jauh, munculnya isu liar yang menuding mahasiswa sebagai provokator konflik di kampus turut memperkeruh suasana. Safarrudin menilai isu tersebut hanya mengaburkan pokok persoalan dan tidak berdasar sama sekali. Ia menegaskan bahwa mahasiswa justru menjadi korban dalam situasi ini. “Teman kami dipotong, tapi bukannya pelaku ditangkap, malah mahasiswa dicurigai. Ini sangat melukai kami,” tegasnya dalam keterangan ke media (09/12/2025)

Menurutnya, konflik dan ketegangan yang terus berulang seringkali dipicu oleh ketidakjelasan penanganan hukum. Jika pelaku ditangkap sejak awal, situasi tidak akan berlarut seperti sekarang. Karena itu, ia menuntut proses hukum yang jelas, transparan, dan tuntas, demi menghindari keresahan baru di tengah mahasiswa dan masyarakat Ambon.

Safarrudin menutup pernyataannya dengan memperingatkan bahwa kesabaran mahasiswa ada batasnya. Jika Polda Maluku tidak menunjukkan progres konkret dalam waktu dekat, mahasiswa siap menggelar aksi besar-besaran serta memboikot Polda Maluku sebagai bentuk seruan keadilan. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Tangkap pelaku pembacokan Gozi Rumain. Itu saja,” tandasnya. (KS)

Editor : RN BE02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *