AMBON, RN today.com – Pucuk pimpinan Fakultas Hukum resmi berganti. Rektor Universitas Pattimura, Fredy Lewakabessy, melantik Adonia Ivonne Laturette sebagai Dekan Fakultas Hukum periode 2024–2028, Senin (3/3), di Aula Rektorat. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 668/UN13/SK/2026.
Momentum ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Di tengah dinamika internal kampus dan tantangan tata kelola pendidikan tinggi, pelantikan dekan baru menjadi ujian konsolidasi kelembagaan.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika harus memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap institusi. Menurutnya, ambisi menjadikan Universitas Pattimura sebagai perguruan tinggi yang unggul dan bersinar di tingkat nasional maupun internasional bukan sekadar slogan, melainkan target yang menuntut solidaritas dan komitmen nyata.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi friksi yang melemahkan institusi. Kepemimpinan, tegasnya, bersifat dinamis dan akan terus berganti sesuai ketentuan. Namun yang tak boleh berubah adalah kesinambungan program, stabilitas organisasi, serta tata kelola yang baik.
“Selamat kepada pimpinan baru. Kiranya dapat bekerja sama untuk kemajuan serta membawa keberhasilan bagi Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Kebersamaan, rasa kekeluargaan, serta semangat persaudaraan harus menjadi fondasi utama,” tandasnya.
Sebelum pelantikan, proses pemilihan dekan telah berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara. Prof. Laturette meraih 22 suara, unggul jauh atas pesaingnya, Dr. E. R. M. Toule, S.H., M.H., yang memperoleh 5 suara. Hasil tersebut menegaskan dukungan mayoritas terhadap arah kepemimpinan baru di Fakultas Hukum.
Acara pelantikan turut dihadiri para Wakil Rektor, Kepala Lembaga, para Dekan, Kepala Biro, sivitas akademika dan tenaga kependidikan Fakultas Hukum, rohaniawan, serta keluarga.
Kini publik kampus menanti: apakah kepemimpinan baru mampu menjawab ekspektasi, memperkuat marwah Fakultas Hukum, dan mendorong lompatan kualitas di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang kian ketat? Waktu akan menjadi penentu. (RN BE)
