Maluku RN Today.com – Dugaan proyek fiktif di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Ambon kian menguat setelah hasil investigasi media ini menemukan fakta mencengangkan di SMP Negeri 24 Ambon, Waiheru. Ruang yang sebelumnya diklaim sebagai hasil pembangunan laboratorium justru diakui sebagai pembangunan WC sekolah, menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi pekerjaan lama dengan proyek baru.
Dalam wawancara langsung di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DRS. F. F. Tasso, M.Si, menyampaikan bahwa di SMP Negeri 24 Ambon terdapat dua paket pekerjaan laboratorium yang dibiayai melalui anggaran tahun 2023 dan 2024. Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah isu proyek fiktif yang mencuat ke publik.
Namun, pernyataan Kadis Pendidikan itu bertolak belakang dengan keterangan Kepala Sekolah SMP Negeri 24 Ambon serta fakta lapangan.
Saat dikonfirmasi media ini di kantor sekolah dan di lokasi pekerjaan, Kepala Sekolah SMP 24 Ambon Rusdy menegaskan bahwa pekerjaan laboratorium yang ada merupakan pekerjaan tahun 2023, bukan tahun 2024.
Sementara pada tahun anggaran 2024, tidak ada pembangunan laboratorium sebagaimana yang disampaikan Kadis Pendidikan.
“Tahun 2024 tidak ada pembangunan laboratorium. Yang ada hanya pembangunan WC,” ungkap Kepala Sekolah kepada media ini.
Fakta lapangan memperkuat pernyataan tersebut. Warga dan masyarakat yang bermukim di sekitar lingkungan SMP 24 Ambon menyatakan tidak pernah melihat adanya aktivitas pembangunan laboratorium sepanjang tahun 2024. Yang terlihat hanyalah pekerjaan WC sekolah.
Ironisnya, proyek yang diklaim sebagai pembangunan laboratorium justru berwujud fasilitas WC, sehingga memunculkan pertanyaan besar: ke mana anggaran laboratorium tahun 2024 dialokasikan?
Lebih jauh, ketika ditanyakan terkait administrasi proyek laboratorium yang disebut-sebut sebagai pekerjaan tahun 2024, Kepala Sekolah SMP 24 Ambon dengan tegas menyatakan tidak pernah menandatangani proyek tersebut.
“Saya tidak menandatangani proyek itu,” tegasnya.
Kontradiksi antara pernyataan Kadis Pendidikan, Kepala Sekolah, dan kondisi nyata di lapangan mengindikasikan adanya upaya memanipulasi pekerjaan lama sebagai proyek baru. Praktik ini diduga dilakukan untuk mencairkan anggaran atas pekerjaan yang secara fisik tidak pernah dilaksanakan, atau yang kini kuat diduga sebagai proyek fiktif.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon belum menunjukkan dokumentasi pekerjaan fisik sebagai bukti atas klaim adanya paket pekerjaan laboratorium di tahun 2024 namun parahnya Pernyataan sebelumnya melalui pesan WhatsApp yang menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah juga tidak disertai bukti saat diminta secara langsung.
Editor : RN BR03