DOBO, RN today.com – Delapan minggu kehadiran Rumah Sakit Kapal di Benjina menyisakan angka yang tak bisa diabaikan: 5.445 pasien dilayani. Di balik angka itu tersimpan pertanyaan besar mengapa ribuan warga baru mendapatkan layanan optimal ketika kapal medis bersandar?
Program yang dijalankan oleh DoctorSHARE tersebut menjadi oase di tengah keterbatasan geografis Kepulauan Aru. Dengan kondisi pulau-pulau terpisah dan akses transportasi terbatas, kapal medis menghadirkan pelayanan spesialis yang jarang dijangkau masyarakat.
Data layanan menunjukkan 233 tindakan operasi dilakukan. Sebanyak 794 pasien menerima layanan poli spesialis, 640 pasien ditangani di poli gigi, dan tiga proses persalinan berlangsung di atas kapal. Fakta ini menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Aru masih sangat tinggi.
Jika disetarakan dengan jumlah penduduk, 5.445 pasien itu mencerminkan sekitar lima persen populasi daerah. Bagi pemerintah, angka ini bukan sekadar capaian, tetapi alarm keras tentang efektivitas pelayanan yang berjalan selama ini.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menilai capaian tersebut sebagai bahan refleksi mendalam. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ASN, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
Menurutnya, pelayanan dasar adalah hak warga negara. Ketika ribuan orang menumpuk di satu momentum pelayanan gratis, maka ada sistem yang perlu dibenahi secara struktural, bukan sekadar tambal sulam program.
Instruksi tegas telah dikeluarkan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memperkuat pengawasan. Tidak boleh ada lagi aparatur yang abai terhadap tugas pokoknya, terutama di wilayah terpencil yang justru paling membutuhkan kehadiran negara.
Apresiasi terhadap tim medis tetap disampaikan. Namun pemerintah menekankan, bantuan eksternal hanyalah penopang sementara. Ke depan, pelayanan kesehatan dan pendidikan harus berdiri di atas kinerja aparatur sendiri, bukan menunggu kapal datang untuk menyembuhkan luka yang lama terabaikan. (RN BE)

