INTERNASIONAL

Zelensky dan Trump mungkin kini memiliki hubungan yang lebih baik, tetapi persoalan sulit masih menanti di depan.

Share Berita

RN Today.com —Dikutip dari The Washington Post, situasi hubungan diplomatik antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia kembali menjadi sorotan setelah perundingan terbaru di Arab Saudi memperlihatkan betapa rumitnya upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Laporan The Washington Post menyebut, meski dampak dari kunjungan kontroversial Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Gedung Putih bulan lalu mulai mereda, tensi politik antara Kyiv dan Washington sempat meninggi. Dalam pertemuan di Oval Office, Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance dikabarkan menilai Zelensky bersikap “tidak tahu berterima kasih dan tidak menghormati,” sebelum akhirnya kedua pihak berupaya meredakan ketegangan.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya secercah kemajuan: Rusia dan Ukraina sepakat memperluas gencatan senjata parsial hingga ke wilayah Laut Hitam, setelah Amerika Serikat kembali melanjutkan bantuan militer dan kerja sama intelijen untuk Kyiv. Namun, di balik kabar positif itu, The Washington Post menyoroti adanya perbedaan tajam dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Rusia dan Ukraina bersama AS merupakan sebuah indikasi bahwa proses negosiasi perdamaian masih jauh dari kata selesai.

Dalam laporannya, The Washington Post juga mengutip pernyataan Witkoff yang menilai insiden antara Zelensky dan Trump di Oval Office sebagai hal yang “tidak sehat bagi hubungan kedua negara,” meski kini disebut telah “dikoreksi” oleh kedua belah pihak.

Laporan tersebut disusun oleh jurnalis Serhii Korolchuk di Kyiv dan Catherine Belton di London.

Beberapa Pengamat menilai, dinamika ini mencerminkan pergeseran peta kekuatan global di mana perang Ukraina kini bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga uji keseimbangan pengaruh antara Washington dan Moskow. Langkah diplomatik yang tampak mencair justru memperlihatkan bahwa setiap “kemajuan” masih dibayangi kepentingan politik masing-masing pihak. Bagi Ukraina, perdamaian belum berarti akhir perang melainkan babak baru dari perjuangan mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan geopolitik yang kian kompleks.

Editor : RN (EB – 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *