Maluku, RN Today.com – Suasana meriah menyelimuti Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (1/11/2025) pukul 13.00 WIT. Ribuan peserta dari berbagai sekolah, mulai dari TK hingga SMA, bersama para guru, orang tua murid, dan masyarakat umum, memadati jalan menuju Lapangan Merdeka. Dentuman drum band dan arak-arakan peserta menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dihelat secara meriah di pusat kota kecamatan tersebut.
Kemeriahan itu seolah menjadi jawaban atas kerinduan panjang masyarakat Seram Utara terhadap suasana kebersamaan dan semangat kemajuan yang pernah mewarnai daerah ini. Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat menilai Wahai seakan sunyi dari geliat pembangunan, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi. Namun, momentum HUT PGRI ke-80 menghadirkan optimisme baru, memperlihatkan wajah Wahai yang kembali hidup dan penuh semangat persatuan.
Korwil Pendidikan Seram Utara, Bapak Salem Maba, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat bekerja keras dan berdikari. “Kita jangan diam saja. Takutnya matahari condong ke barat, kita akan terlambat. Maka, kita tak bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tenaga pendidik yang telah bekerja tanpa lelah hingga perayaan HUT PGRI 80 dapat terlaksana dengan baik dan penuh antusiasme.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT PGRI ke-80, Noni Kaimudin, S.Pd.I., M.Pd, menjelaskan bahwa berbagai lomba yang digelar, seperti sepak bola, bola voli, tari, dan nyanyi, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pemersatu visi dan misi untuk meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Seram Utara. Pembukaan lomba dilakukan oleh Korwil Pendidikan bersama perwakilan Forkopimcam, antara lain dari unsur Kecamatan, Polsek, Danramil, KUA, serta tokoh agama dan adat Negeri Wahai.
Di sela kemeriahan acara, beberapa warga menyampaikan harapan agar Bupati Maluku Tengah, Awat Amir, dan Kepala Dinas Pendidikan dapat hadir dalam puncak peringatan nanti. Mereka menilai kehadiran pimpinan daerah merupakan simbol perhatian terhadap kemajuan pendidikan di Seram Utara.kerinduan mendalam masyarakat terhadap sosok pemimpin yang ingin mereka sapa langsung di negeri sendiri.
Melalui momentum HUT PGRI ke-80 ini, masyarakat dan insan pendidikan di Seram Utara bertekad menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan pembangunan di Wahai. Panitia dan seluruh unsur pendidikan menegaskan komitmen untuk menjadikan kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi tonggak kebangkitan dunia pendidikan di Maluku Tengah. Dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, Wahai diharapkan kembali menjadi pusat kemajuan pendidikan dan budaya di wilayah utara Pulau Seram.
Editor : RN (BE – 01 )