Ambon, RN today.com – Upaya melestarikan budaya lisan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai lokal kembali digalakkan melalui kegiatan Lomba Bertutur 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pertanian dan Kearifan Lokal” dan menjadi wadah bagi peserta untuk mengekspresikan kemampuan bertutur secara kreatif dan edukatif.
Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya bertutur, mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal khususnya dalam bidang pertanian, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, ekspresi, dan kreativitas peserta. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melestarikan cerita rakyat dan pengetahuan lokal yang mulai tergerus zaman.
Peserta lomba diwajibkan membawakan cerita secara lisan yang berkaitan dengan pertanian, alam, dan kearifan lokal. Materi dapat berupa cerita rakyat, tradisi lokal, maupun cerita edukatif lingkungan. Panitia menegaskan bahwa isi cerita tidak boleh mengandung unsur SARA, kekerasan, maupun politik.
Adapun ketentuan teknis lainnya, peserta mengikuti lomba secara individu dengan naskah menggunakan Bahasa Indonesia baku, diketik dengan font Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5. Batas akhir pengumpulan naskah ditetapkan pada 13 April 2026, yang dilakukan melalui tautan pendaftaran online yang telah disediakan panitia.
Selain lomba utama, peserta juga akan mengikuti technical meeting pada 14 April 2026, sebelum pelaksanaan lomba yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Panitia menyediakan penghargaan bagi para pemenang berupa sertifikat, piala, serta bonus dengan total hadiah mencapai Rp6.000.000. Menariknya, seluruh peserta juga akan mendapatkan sertifikat, dan khusus juara 1 hingga 3 disebutkan berpeluang diterima di Universitas Pattimura melalui jalur mandiri berprestasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mencintai budaya lokal serta mampu menjadi agen pelestari nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. (RN-BE)







