Medan, RN Today.com – Peristiwa tragis ini terjadi di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, di mana seorang musafir/mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) Tahun tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok pria karena dilarang beristirahat/tidur di area masjid.
Hal ini menurut ketua Dewan Kemesjidan Ketua Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP-KAMMI) Jumhadi, ini akan menimbulkan Fobia bagi kalangan pemuda untuk masuk masjid. Harusnya mesjid menjadi wadah untuk pemuda berkreasi dan beristirahat tenang, ditengah gerus moderenisasi yang tidak jelas. Dan ini akan menghilangkan fungsi mesjid sebagai wadah pembeharu karakter untuk kaum pemuda, ujarnya dalam rilisan yang diterima awak media, selasa (04/11/2025)
Lebih lanjut menyampaikan, Dari kasus ini seharusnya Bahlil Lahadalia selaku Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia (Dunia Melayu Dunia Islam – DMDI) mestinya bersuara karena beliau memiliki peran yang signifikan dalam organisasi yang berfokus pada pengembangan masjid, khususnya yang melibatkan generasi muda. Jangan sampai dari kejadian ini, para pemuda fobia dengan masjid. Karena mesjid bukan lagi tempat yang ramah untuk pemuda beristirahat dan berkreasi. Melainkan tempat yang menakutkan atas kejadian tersebut, tambahnya.
Dari kejadian saudara kita yang meninggal di area mesjid. Yang dimana mesjid harusnya berperan aktif dalam merangkul pemuda, bukan membunuh pemuda, baik karakter atau hal lain. Dan harus ada evaluasi besar-besaran untuk seluruh mesjid di Indonesia mengapa pemuda enggan ke mesjid, tambah Jumhadi
ditempat yang sama Ketua Bidang Keumatan PP KAMMI Jodi Setiawan menekankan, bahwa kasus ini harus menjadi refleksi kita sebagai umat muslim, harus bisa menjaga dan merawat mesjid menjadi bagian dari diri pemuda modern yang cinta mesjid, bukan sebaliknya dan pihak-pihak pengemban amanah untuk mengurus mesjid harus lebih hati-hati dalam bertindak, tegasnya
Menurutnya, Mesjid-mesjid di Indonesia harus mengevaluasi diri kenapa para pemuda enggan pergi ke mesjid, karena mesjid-mesjid di Indonesia pada jaman sekarang selalu diberikan jam atas kunjungan dan ditutup akses pemuda masuk mesjid. Padahal dulu mesjid dibuka 24 Jam untuk pemuda dan masyarakat umum.
Editor : RN (EB – 01)