Ambon, RN Today.com – Universitas Pattimura terus memperkuat arah pembangunan institusi berbasis karakter kepulauan melalui visi besar “Unggul Bersinar Menuju World-Class University” periode 2023–2027.
Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy dalam penyampaiannya menegaskan bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis dalam membangun universitas yang berakar pada realitas maritim dan kebutuhan masyarakat Indonesia Timur.
Ia menekankan bahwa Unpatti harus tampil sebagai institusi dengan identitas khas, bukan sekadar universitas generik. Fokus pengembangan diarahkan pada bidang maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hingga hukum adat dan sosial budaya kepulauan
“Sebagai landasan akademik, Unpatti mengusung pola ilmiah pokok “Bina Mulia Kelautan” yang menekankan pembangunan manusia berbasis ilmu pengetahuan yang relevan dengan laut dan kepulauan,” Ungkapnya Kamis, 23/04/2026 di ruang AudItorium Unpatti
lanjutnya, Dalam momentum Dies Natalis ke-63, Unpatti juga meluncurkan buku konsep akademik tersebut dalam versi bilingual. Buku ini telah memperoleh hak cipta resmi dari Kementerian Hukum RI pada 22 April 2026 dan akan berlaku selama 50 tahun.
“Dari sisi capaian, Unpatti mencatat progres signifikan, termasuk 35,28 persen dosen telah bergelar doktor dengan target meningkat hingga 50 persen pada 2030. Sementara itu, mahasiswa pascasarjana ditargetkan naik hingga 9,4 persen pada 2026,” ujar Rektor
Lebih Jauh Rektor juga menambahkan, Pada aspek internasionalisasi, jumlah mahasiswa asing saat ini masih berada di angka 1 persen, namun ditargetkan meningkat hingga 5 persen. Publikasi internasional juga didorong naik sebagai indikator reputasi global.
”Tata kelola institusi juga menunjukkan tren positif dengan capaian SAKIP 83,45 persen berpredikat A dan serapan anggaran mencapai 96,37 persen dan didukung ratusan kerja sama nasional dan puluhan kerja sama internasional, Unpatti kini semakin dilirik sebagai mitra strategis di berbagai sektor pembangunan,” tutup. (RN-BE)




