Ambon, RN Today.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) berlangsung khidmat di Lapangan Rektorat, Sabtu (2/5/2026). Dalam upacara tersebut, Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto.
Dalam amanat tertulis tersebut, Mendiktisaintek mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama peradaban sekaligus kunci menghadapi berbagai tantangan global, seperti disrupsi digital, krisis iklim, hingga perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan artifisial.
Pendidikan tinggi, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, transformasi pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, hingga masyarakat.

Dalam arah kebijakan tersebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian. Pertama, perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif agar tidak ada anak bangsa yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi, geografis, maupun sosial. Pemerintah terus mendorong berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa untuk memastikan kesempatan belajar terbuka luas.
Kedua, penguatan kolaborasi sebagai kunci melahirkan solusi nyata. Perguruan tinggi didorong untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat sebagai pusat inovasi melalui kemitraan strategis dan program berdampak yang mampu menjawab persoalan riil, seperti kemiskinan, stunting, dan ketahanan pangan.
Ketiga, penguatan riset yang berdampak langsung. Riset tidak lagi berorientasi pada publikasi semata, tetapi diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang mendukung industri serta memberikan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Fokus riset nasional mencakup bidang strategis seperti energi, kesehatan, teknologi, hingga hilirisasi sumber daya alam.
Lebih lanjut, pemerintah juga menegaskan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga pencipta ilmu. Salah satu langkah strategis yang dicanangkan adalah program Indonesia Road to Nobel Laureate 2045 guna mendorong lahirnya ilmuwan kelas dunia.
Melalui pembacaan sambutan tersebut, Rektor Unpatti menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat berjalan tanpa partisipasi seluruh elemen bangsa. Mahasiswa dan generasi muda didorong untuk terus belajar, berpikir kritis, serta menjadi inovator dan pemecah masalah.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk yang bertugas di wilayah terpencil.
Peringatan Hardiknas 2026 di Unpatti menjadi momentum refleksi bersama bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui momentum ini, seluruh civitas akademika diajak memperkuat komitmen bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. (BE)





