REDAKSINEWSTODAY, BUTON SELATAN
Keresahan mendalam menyelimuti warga Desa Banabungi Selatan dan Banabungi, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan. Kasus pengeroyokan brutal yang melibatkan senjata tajam jenis samurai hingga kini dinilai jalan di tempat. Meski telah memakan 2 korban luka serius, para pelaku dilaporkan masih berkeliaran bebas tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat.
Peristiwa berdarah ini bermula ketika seorang warga menjadi sasaran pengeroyokan yang di duga di lakukan oleh sekelompok orang. Korban mengalami luka parah setelah dihantam menggunakan samurai pada bagian kepala, yang menyebabkan pendarahan hebat dan harus menerima 13 jahitan.
Tak hanya itu, korban ke 2 seorang purnawirawan juga menderita luka fisik lainnya termasuk gigi yang copot akibat hantaman benda tumpul.
Kekecewaan warga memuncak lantaran laporan yang telah dilayangkan ke Polsek Kadatua seakan tidak diindahkan. Alih-alih ditangkap, para pelaku justru terlihat bebas beraktivitas. Ketidaktegasan ini memicu mosi tidak percaya dari masyarakat Kadatua terhadap keamanan wilayah mereka.
“Laporan sudah masuk, tapi sampai sekarang pelaku masih bisa jalan-jalan seolah tidak terjadi apa-apa,” ujar salah satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.
Situasi semakin memanas setelah salah satu pelaku diduga melakukan aksi provokasi melalui siaran langsung (live) di media sosial TikTok. Dalam rekaman yang beredar, pelaku tidak hanya mengintimidasi , tetapi juga melontarkan cacian dan makian yang menghina seluruh warga Bunsel (Banabungi Selatan) dan Banabungi.
Aksi “pamer kekuatan” di media sosial ini dianggap sebagai penghinaan terhadap hukum dan masyarakat luas. Warga menilai tindakan pelaku sudah sangat keterlaluan karena secara terang-terangan menantang ketertiban umum di depan publik digital.
Polsek Kadatua untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu.
Polres Bau bau turun tangan melakukan supervisi atas kasus ini karena adanya dugaan pembiaran.
Tindakan tegas terhadap pelaku provokasi di media sosial yang telah mencemarkan nama baik warga Bunsel dan Banabungi.
Pemuda Pemerhati Kadatua angkat bicara mengenai Banyaknya kejadian kriminal yang bertumpuk di Polsek kadatua, persoalan pencabulan lalu di bunuh, anak gadis yang gatung diri di Desa Owemasi, serta pemotongan yang terjadi pada tanggal 14 April 2026 dan tindakan kriminal yang melibatkan korban selaku purnawirawan yang sampai pada hari ini pelaku-pelaku tersebut belum juga! di temukan.
“kami menilai Polsek Kadatua lamban dan tidak mampu mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, hal ini tentu saja membuat masyarakat Kadatua merasa tidak aman dalam lingkungan sendiri ditambah lagi pelaku yang melakukan pembacokan pada tanggal 14 April 2026 sampai hari belum juga di temukan dan masi berkeliaran di lingkungan Kadatua serta pada tanggal 29 April 2026, pelaku masi melakukan pembacokan terhadap seorang purnawirawan di mana kasus yang baru-baru ini di picu oleh video live pada salah satu akun tik_tok Ar milik kerabat pelaku”, jelasnya”.
Pemuda Pemerhati Kadatua juga menegaskan agar anggota Polsek, Kapolsek dan jajaran Babinkantibmas Kadatua agar sesegera mungkin di mutasi
” Kami berharap agar seluruh anggota Polsek, Kapolsek dan bahkan seluruh jajaran Babinkantibmas agar di pindahkan di mutasi, kami sudah muak dengan kinerja mereka yang sangat bobrok dan tidak becus menangani setiap persoalan hukum”, Tegasnya.
Ironisnya sampai dengan saat ini pencarian korban sudah menggerakkan anggota Polres baubau yang di pandu Langsung oleh Kapolres sendiri dari tanggal 30 April 2026. Sampai dengan berita ini di terbitkan pelaku belum juga di temukan. (**)
Editor : Harry
