PENDIDIKAN SOSIAL

Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku Terima Beasiswa Pendidikan dari Bayan Peduli Melalui LPAI

Share Berita

SBB, RN Today.com – Komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak kembali diwujudkan melalui program bantuan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban kekerasan seksual di Provinsi Maluku. Bantuan tersebut disalurkan oleh Bayan Peduli melalui Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Maluku kepada belasan anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Ketua LPAI Provinsi Maluku, I. Anna R. Latuconsina, S.H., S.I.Kom., dalam kesempatan itu mengatakan program beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk memastikan anak-anak korban tetap memperoleh akses pendidikan yang layak meskipun menghadapi trauma akibat peristiwa yang dialami.

Baru-baru ini, Anna bersama pendamping dari Kementerian Sosial, Rasyid La Koko, mengunjungi salah satu penerima manfaat yang berada di Rumah Aman Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan pemantauan terhadap anak-anak penerima bantuan.

Menurut Anna, LPAI Provinsi Maluku sebelumnya telah mengusulkan sejumlah anak korban kekerasan seksual kepada LPAI Pusat. Usulan tersebut mendapat respons positif sehingga bantuan beasiswa dapat dicairkan dan diterima oleh para penerima manfaat tanpa kendala.

“Pendidikan merupakan salah satu sarana penting untuk memulihkan harapan dan masa depan anak,” ujar Anna.

Besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing penerima. Untuk siswa Sekolah Dasar (SD) diberikan bantuan sebesar Rp3 juta, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerima Rp5 juta, sementara siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) memperoleh bantuan sebesar Rp 7 juta.

Program ini diprioritaskan bagi anak-anak korban kekerasan seksual yang mengalami dampak serius dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Selain membantu kebutuhan pendidikan, bantuan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan psikososial bagi para korban.

“Melalui bantuan ini, LPAI ingin memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan, percaya diri, dan terus berjuang meraih cita-cita meskipun pernah mengalami peristiwa yang berat dalam hidupnya,” tambahnya.

LPAI Provinsi Maluku juga mengajak pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan perhatian terhadap upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama memperkuat perlindungan anak, meningkatkan edukasi masyarakat, serta memastikan setiap anak korban mendapatkan pendampingan dan pemenuhan hak-haknya secara optimal,” tegas Anna.

Di akhir kegiatan, LPAI menghimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak, membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama demi mewujudkan generasi yang aman, sehat, dan memiliki masa depan yang cerah,” pungkasnya.

Melalui dukungan Bayan Peduli dan LPAI, diharapkan anak-anak korban kekerasan seksual di Maluku dapat terus melanjutkan pendidikan, memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, serta bangkit menata masa depan yang lebih baik.

Editor : RN- BE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *