OLAHRAGA OPINI

Frank Rijkaard: Kunci Belanda untuk Membongkar “Kode Messi” dan Rebut Piala Dunia 2026

Share Berita

BOLA, RN Today.com – Dalam peta sepak bola global, ada sebuah benang merah tak kasat mata yang menghubungkan Belanda, Argentina, dan mimpi untuk mengangkat Piala Dunia. Setelah kegagalan di Piala Dunia Qatar kemarin, di mana Belanda harus menyerah dari Argentina dalam drama adu penalti di perempat final, tim Oranje harus belajar dari sejarah untuk membangun masa depan.

Untuk memahami mengapa Rijkaard adalah alternatif terbaik saat ini, kita harus mundur jauh ke masa lalu, ke jantung La Masia, Barcelona. Di sana, seorang Rijkaard yang masih hijau dalam dunia kepelatihan memegang tongkat komando tim utama. Momen terpenting dari era itu bukan hanya trofi, tetapi bagaimana dia membesarkan dua jenius: Ronaldinho dan Lionel Messi.

ingat bagaimana Ronaldinho, sang pesulap, dengan senyum khasnya, merangkul seorang Messi yang pemalu? Itu bukan hanya hubungan sesama pemain. Itu adalah cerminan dari lingkungan yang diciptakan Rijkaard. Rijkaard adalah pelatih yang memberikan kepercayaan dan kebebasan penuh kepada bakat-bakat briliannya. Dia memahami bahwa untuk mendapatkan yang terbaik dari para jenius, Anda tidak boleh membelenggu mereka dengan taktik kaku.

Ronaldinho adalah “kakak” yang membawa Messi keluar dari cangkangnya di lapangan. Sementara itu, Frank Rijkaard adalah “bapak” yang memberinya platform untuk berkembang. Dialah yang memberikan debut resmi Messi, dialah yang dengan sabar membangun tim di sekitar bintang muda itu. Rijkaard menyaksikan dari dekat bagaimana Messi berpikir, bagaimana instingnya bekerja, dan bagaimana kelemahan sekaligus keperkasaannya terbentuk. Ini adalah pengetahuan tingkat lanjut yang tidak dimiliki oleh banyak pelatih

Sekarang, bayangkan jika pengetahuan itu dibawa ke kamp timnas Belanda. Dalam laga sengit di Qatar kemarin, Louis van Gaal, dengan segala kecerdikannya, hampir berhasil menundukkan Argentina. Taktiknya disiplin, pertahanan rapat, tetapi ada sesuatu yang kurang: pemahaman intuitif tentang “virus” bernama Messi.

Van Gaal mendekati Messi sebagai sebuah “masalah taktis” yang harus dipecahkan. Rijkaard akan mendekatinya dengan pemahaman yang lebih dalam, hampir seperti seorang yang mengenal baik kepribadiannya. Dia tahu bahwa menekan Messi saja tidak cukup; Anda harus memahami bagaimana dia mempengaruhi psikologi seluruh tim, bagaimana dalam satu sentuhan dia bisa mengubah narasi pertandingan. Pengetahuan dari masa-masa Barcelona itu adalah senjata rahasia yang tak ternilai.

Argentina adalah juara bertahan. Mereka, di bawah Lionel Scaloni, telah membangun tim yang solid dengan mentalitas pemenang yang kuat. Untuk merebut Piala Dunia dari tangan mereka, Anda tidak bisa hanya mengandalkan taktik biasa. Anda perlu seseorang yang bisa membongkar DNA permainan mereka.

Dia bukan hanya memahami Messi (yang mungkin masih bermain), tetapi juga filosofi permainan Argentina yang penuh gairah, teknik individu yang tinggi, dan ketangguhan mental. Gaya kepelatihan Rijkaard yang kalem namun tegas, yang menghargai kreativitas individu dalam kerangka tim, sangat cocok dengan karakter pemain Belanda yang secara teknis mumpuni.

Dia bisa menjadi arsitek yang membangun tim Belanda yang tidak hanya taktis, tetapi juga cerdik secara emosional dan teknis. Sebuah tim yang bisa menari di atas lapangan seperti Barcelona era 2000-an, tetapi dengan darah Oranje yang mengalir deras. pelajaran dari Piala Dunia kemarin jelas: hampir saja tidak cukup. Belanda butuh perubahan pendekatan. Mereka butuh seorang pelatih yang memiliki “kunci” untuk membuka misteri tim-tim berbasis bintang seperti Argentina.

Frank Rijkaard, dengan segudang pengalaman, aura juara (sebagai pemain dan pelatih), dan yang terpenting, pengetahuan mendalam tentang akar permainan Argentina melalui masa-masa membesarkan Messi, adalah pilihan yang visioner. Dia adalah sosok yang bisa menyatukan warisan keemasan Cruyff dengan tuntutan sepak bola modern.

Sudah waktunya KNVB melihat ke timur. Bukan ke timur jauh, tetapi ke timur dalam peta sepak bola Eropa, ke seorang legenda yang memahami bahwa untuk mengalahkan juara, Anda harus mengerti jiwa sang juara itu sendiri. Frank Rijkaard, adalah orang yang mengerti jiwa la pulga. Dan itulah yang membuatnya menjadi ancaman terbesar mereka.

Oleh: Pengamat Olahraga Bola Maluku

Editor : RN – BE-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *