Ambon RN Today.com – Pasar Mardika, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Ambon, Provinsi Maluku, kembali menjadi atensi publik setelah terendam banjir akibat selokan yang tersumbat sampah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas perdagangan, tetapi juga memicu keluhan keras dari warga dan pedagang akibat bau busuk menyengat yang menyebar dari dalam pasar.
Kejadian ini terjadi setelah konflik kepentingan dalam pengelolaan Pasar Mardika antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berakhir dengan pengelolaan pasar yang kini dipegang sepenuhnya oleh Pemkot Ambon. Namun, di tangan pengelola yang baru, kondisi pasar justru terlihat tidak terawat, membuat warga sekitar merasa kecewa.
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, minggu (09/11/2025), genangan air kotor dan sampah yang membusuk terlihat jelas di sejumlah lorong dan belakang gedung pasar mardika. Selokan yang tersumbat parah membuat air tidak bisa mengalir, sehingga membanjiri area penjualan. Bau busuk yang menyengat berasal dari campuran air kotor, sampah organik, dan mungkin limbah dari penjualan ikan dan daging.
“Saya sudah jualan di sini puluhan tahun, kondisi seperti ini sudah sering terjadi, tapi sejak pengelolaan pindah, sepertinya makin parah. Kalau hujan turun, pasti banjir. Bau busuk yang menyengat membuat kami tidak bisa bernafas, apalagi para pembeli,” keluh Siti, salah seorang pedagang pasar Mardika
Ditempat yang sama, Seorang warga kota Ahmad (45) ketika ditemui mengungkapkan kegerahannya.”Ini sudah bukan masalah tidak nyaman lagi, tapi sudah mengganggu kesehatan. Anak-anak jadi mudah batuk dan pilek. Kami khawatir dengan penyakit yang bisa timbul dari lingkungan yang tidak sehat seperti ini.
Pemerintah Kota Ambon sebelumnya telah berjanji untuk meningkatkan pengelolaan Pasar Mardika pasca pengalihan kewenangan. Janji itu termasuk perbaikan infrastruktur, sistem drainase, dan kebersihan. Namun, hingga kini, kondisi pasar masih jauh dari harapan. Warga dan pedagang berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini, tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi melakukan penataan ulang sistem drainase yang sudah tidak memadai.
“Pemerintah harus bertanggung jawab atas kondisi pasar yang tidak terawat ini dan melakukan penataan pasar yang lebih kondusif. Jangan hanya menagih retribusi setiap hari dari kami, pedagang, namun menutup mata terhadap kondisi pasar yang semakin buruk. Kami butuh solusi, bukan janji,” ujar pedagang lainnya.(BR)
Editor : RN EB02