OLAHRAGA

Dominasi Barcelona di Timnas Spanyol Jadi Fondasi Kekuatan La Furia Roja pada Final Piala Dunia 2026

Share Berita

MALUKU, RN Today.com – Komposisi skuad Tim Nasional Spanyol pada Piala Dunia 2026 dinilai menghadirkan fenomena yang sangat menarik dalam sejarah sepak bola modern. Tidak adanya satu pun pemain Real Madrid, sementara Barcelona menjadi penyumbang pemain terbanyak, disebut sebagai sinyal kuat terjadinya pergeseran siklus kekuatan sepak bola Spanyol.

Pengamat sepak bola Hobarth Williams Soselisa menilai kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari siklus regenerasi yang pernah terjadi saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.

Menurut Hobarth, dominasi pemain Barcelona menghadirkan keuntungan besar dari sisi kekompakan permainan. Delapan pemain Barcelona yang mengisi skuad La Furia Roja telah terbiasa bermain bersama sepanjang musim dengan filosofi penguasaan bola, pressing tinggi, serta pola permainan yang seragam.

“Kondisi ini mengingatkan pada era 2010 ketika tulang punggung Timnas Spanyol berasal dari Barcelona. Saat itu Xavi, Iniesta, Puyol, Busquets, hingga Piqué membangun fondasi permainan yang membawa Spanyol menjadi juara dunia,” tulis Hobarth dalam analisisnya.

Ia menilai regenerasi yang kini dipimpin nama-nama seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Pau Cubarsí, Dani Olmo, Ferran Torres, Eric Garcia, dan Joan Garcia menjadi modal besar bagi Spanyol menghadapi partai final.

Di sisi lain, Hobarth melihat absennya pemain Real Madrid tidak dapat dilepaskan dari kondisi klub yang tengah mengalami masa sulit. Musim 2025–2026 disebut sebagai periode penuh gejolak setelah Los Blancos gagal meraih trofi, menghadapi pergantian pelatih, hingga muncul berbagai laporan mengenai ketegangan di ruang ganti.

Menurutnya, kemunduran tersebut membuat kontribusi pemain Madrid terhadap Timnas Spanyol ikut menurun, sementara Barcelona justru berhasil melahirkan generasi baru yang lebih siap bersaing di level internasional.

Hobarth menyebut fenomena ini sebagai perpaduan antara dua faktor utama, yakni keberhasilan regenerasi Barcelona dan melemahnya stabilitas Real Madrid. Kedua faktor tersebut, katanya, saling memperkuat hingga menciptakan dominasi Barcelona di tubuh Timnas Spanyol.

Dalam kerangka analisis yang ia sebut SPARTA, Hobarth memadukan pendekatan historis, regenerasi pemain, serta dinamika kekuatan klub sebagai dasar membaca peluang Spanyol di Piala Dunia 2026.

Ia juga menilai kohesi permainan Spanyol menjadi salah satu keunggulan utama dibandingkan Argentina. Sebagian besar pemain inti Spanyol berasal dari satu sistem permainan yang sama, sedangkan pemain Argentina datang dari berbagai klub dengan karakter taktik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kekompakan.

Bahkan, lanjut Hobarth, berbagai simulasi probabilitas dari lembaga analisis sepak bola internasional menempatkan Spanyol sebagai salah satu favorit utama meraih gelar juara.

Meski demikian, Hobarth mengingatkan bahwa final Piala Dunia tetap ditentukan oleh performa di lapangan. Statistik, sejarah, dan simulasi hanyalah indikator yang memperkuat peluang, bukan jaminan hasil akhir.

“Sepak bola selalu menyisakan ruang bagi kejutan. Namun jika melihat tren regenerasi, chemistry pemain, dan siklus kekuatan klub, Spanyol memiliki fondasi yang sangat kuat untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia,” tutup Hobarth Williams Soselisa.

Editor : RN 01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *