AMBON, RN Today.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) kembali menggelar Pattimura Medical Olympiad (PMO) 2026, ajang kompetisi akademik tahunan yang menjadi wadah pencarian mahasiswa kedokteran berprestasi untuk dipersiapkan sebagai delegasi pada berbagai kompetisi tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (19-20/06/2026), tersebut diikuti oleh mahasiswa FK Unpatti yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dan seleksi yang telah disiapkan panitia.
Ketua Panitia PMO 2026, Jeyssen Lincoln Loupatty, mengatakan bahwa PMO merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi mahasiswa dengan kompetensi akademik dan kemampuan klinis terbaik.
“PMO merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk menyaring mahasiswa yang memiliki kompetensi dan potensi terbaik untuk nantinya menjadi delegasi pada kompetisi tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PMO mengangkat tema “CORTEX”, yang menggambarkan kemampuan mahasiswa kedokteran dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, penalaran klinis, serta keterampilan pemecahan masalah dalam menghadapi berbagai tantangan dunia medis.
Tema tersebut juga menjadi simbol kecerdasan, inovasi, dan transformasi menuju medical excellence, sejalan dengan upaya FK Unpatti dalam mencetak calon dokter yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
PMO 2026 mempertandingkan lima cabang lomba yang mencakup berbagai bidang ilmu kedokteran. Melalui kompetisi ini, para peserta diuji kemampuan akademik, analisis kasus, serta ketepatan pengambilan keputusan klinis sesuai bidang yang diperlombakan.
Adapun para peraih juara pertama pada masing-masing cabang lomba yakni:
Cardio-Respirasi: Steve Imanuel Latumahina dan Hendy Riyadhi Tas’an.
Muskuloskeletal: Kate Lorenza Aphilda Tipawael dan Flowresita de Enjel.
Infeksi Tropis: Kezia Charmen Ellen Tomasoa dan Lingga Jati Nurseta.
Urologi-Reproduksi: Resky Marlian Yusuf dan Pebriela.
Digestif: Livia Fiansya Liriwan dan Hafidsa Ramadhani Kilkoda.
Melalui PMO 2026, FK Unpatti berharap dapat melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi yang mampu membawa nama baik institusi di berbagai ajang kompetisi kedokteran, sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul di lingkungan fakultas.
“CORTEX bukan sekadar tema, tetapi semangat untuk terus mengasah kapasitas intelektual, kemampuan klinis, dan integritas calon dokter masa depan,” demikian pesan yang mengemuka dalam pelaksanaan PMO 2026.
Editor : BE
