LINGKUNGAN

Warga Seram Utara Minta Pemerintah Tertibkan Kabel Terlantar di Kawasan Taman Nasional Manusela

Share Berita

Malteng RN Today.com – Kekhawatiran masyarakat pengguna jalan lintas Seram Utara semakin meningkat akibat kondisi kabel dan tiang listrik yang terbengkalai di kawasan Taman Nasional Manusela, tepatnya di sekitar Jembatan Tatainapu hingga kawasan Jembatan Mual, petuanan Negeri Pasahari.

Salah seorang warga Seram Utara, Antoni Amanukuani, menyampaikan bahwa keberadaan kabel yang menjuntai dan sejumlah tiang listrik yang telah roboh di sepanjang ruas jalan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah hampir terjadi kecelakaan yang dialami seorang warga berinisial AA bersama istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIT saat mereka melintasi jalan lintas Seram Utara menuju Wahai.

Menurut keterangan AA, dirinya sempat panik ketika melintas di kawasan tersebut sehingga hampir berpindah jalur dan berhadapan langsung dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Beruntung pengemudi truk sigap mengerem sehingga kecelakaan dapat dihindari.

“Beta bersyukur karena Tuhan masih melindungi beta dan keluarga. Kalau sopir truk tidak cepat mengerem, mungkin akibatnya sangat fatal,” ungkap AA saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

Menanggapi kondisi tersebut, Antoni Amanukuani meminta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap kabel-kabel yang sudah tidak digunakan. Menurutnya, selain mengganggu keselamatan pengguna jalan, kondisi itu juga menunjukkan adanya aset yang terbengkalai dan berpotensi merugikan negara.

“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak tiang listrik yang sudah roboh, sementara kabel masih membentang di sekitar jalan. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan penanganan,” tegas Antoni.

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak ingin terjadi kecelakaan akibat kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas yang sudah tidak berfungsi. Oleh karena itu, langkah antisipatif perlu segera dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan hutan Taman Nasional Manusela.

Warga berharap laporan dan keluhan yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah maupun instansi teknis terkait, sehingga potensi bahaya di ruas jalan lintas Seram Utara dapat segera diatasi sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerugian lainnya.

Editor: BR03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *