BATAUGA, RN Today.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan menggelar kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan yang mencakup seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) se-Kabupaten Buton Selatan, tahun 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) sebagai sumber data utama perencanaan pembangunan kesehatan daerah.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola fasilitas kesehatan se-Kabupaten Buton Selatan, yaitu:
– dr. La Ode Achmad Amanah Maulana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan
– Waode Hardianti Hibali, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan
– Apt. Idham, Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara
– Para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Buton Selatan
– Penanggung Jawab ASPAK di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
ASPAK merupakan instrumen resmi yang menjadi sumber data kebutuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan. Melalui ASPAK dilakukan pemutakhiran dan penilaian data yang mendukung pelayanan program kesehatan maupun layanan klinis di setiap fasilitas kesehatan.
Penguatan layanan sarana, prasarana, dan alat kesehatan di Puskesmas sangat bergantung pada pengelolaan ASPAK, khususnya pengelolaan aset atau barang pada Cluster 1 bagian manajemen. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah kendala:
– Sebagian pengelola ASPAK belum sepenuhnya memahami perubahan sistem layanan kesehatan dan mekanisme pengelolaan data terbaru
– Proses pemutakhiran dan penginputan data belum berjalan optimal di seluruh Puskesmas
– Terdapat ketidaksesuaian antara data yang tercatat di ASPAK dengan kondisi aset yang sebenarnya di lapangan
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Waode Hardianti Hibali, menyampaikan data terkait keaktifan pembaruan data Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (SPA) pada aplikasi ASPAK
“Dari 14 Puskesmas yang ada di Kabupaten Buton Selatan, baru 2 Puskesmas yang mencapai persentase keaktifan pembaruan data SPA di ASPAK sebesar 100%. Artinya, masih ada 12 Puskesmas yang pemutakhiran datanya belum berjalan secara maksimal,” ungkapnya.
Kondisi ketidaksesuaian data ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas hasil pemetaan maupun perencanaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan, termasuk dalam mendukung integrasi layanan primer serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas bagi pengelola ASPAK menjadi sangat mendesak dan diperlukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, dr. La Ode Achmad Amanah Maulana, menegaskan peran strategis ASPAK bukan sekadar alat input data, melainkan dasar utama perencanaan pembangunan kesehatan daerah.
“ASPAK tidak hanya digunakan sebagai media untuk menginput dan menyajikan data, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menyediakan informasi mengenai kondisi dan ketersediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, saya berharap kepada seluruh pengelola ASPAK di Puskesmas agar dapat melakukan pengelolaan data dengan teliti, tepat waktu, dan lengkap sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Jangan sampai data yang tercatat di ASPAK tidak sesuai dengan kondisi nyata sarana, prasarana, dan alat kesehatan di Puskesmas,” tegas dr. La Ode Achmad.
Ia, berharap melalui kegiatan pembinaan ini terjadi peningkatan kemampuan dan pemahaman para pengelola ASPAK, mulai dari pemutakhiran data, verifikasi, validasi, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai kesalahan yang mungkin ditemukan dalam pengelolaan aplikasi.
“Data ASPAK ini sangat membantu Dinas Kesehatan dalam menyusun perencanaan pembangunan kesehatan yang benar-benar tepat sasaran. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pembinaan ini dengan baik,” tambahnya, Jum’at, 21/8/2026.
Dengan selesainya kegiatan pembinaan dan pemetaan ini, diharapkan:
– ✅ Seluruh 14 Puskesmas di Buton Selatan mampu mencapai 100% keaktifan pembaruan data SPA di ASPAK
– ✅ Data di aplikasi ASPAK sesuai dengan kondisi aset dan fasilitas nyata di lapangan
– ✅ Perencanaan anggaran dan pengadaan sarana prasarana lebih akurat dan tepat sasaran
– ✅ Dukungan data yang andal untuk program pelayanan kesehatan dasar maupun Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat Buton Selatan. (
Editor: Harry
