REDAKSINEWSTODAY, BATAUGA, BUTON SELATAN — Suasana penuh kebersamaan menyelimuti Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Keluarga besar Masiri menggelar acara silaturahmi sekaligus kegiatan gotong royong pembersihan bak air sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan sarana prasarana air bersih warga.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan La Ode Harwanto, Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara asal daerah pemilihan Masiri, Kapolsek Batauga, Danramil, Asisten 1 Setda, seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Buton Selatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Masiri, serta warga setempat.
Acara diawali dengan kegiatan pembersihan bak air secara bersama-sama. Langkah ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan simbol kepedulian warga terhadap kebutuhan dasar air bersih yang sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Masiri. Semangat gotong royong ini diapresiasi tinggi oleh Bupati dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Dalam arahannya, Bupati H. Muhammad Adios melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal di wilayah pesisir Buton Selatan.
“Ternyata Kabupaten Buton Selatan banyak sekali lemari kekayaan alam yang tersimpan. Apalagi kita mulai sekarang membangun pantai yang ada di Kelurahan Basiri. Bila didesain dengan baik dan rapi, setiap bulan 8 dan 9 kita tetapkan perlombaan dayung di pantai ini, bisa menjadi pusat kegiatan dan ajang kebanggaan masyarakat,” ungkap Bupati.
Bupati juga memaparkan keindahan panorama yang dimiliki wilayah tersebut:
“Kita rapikan batu-batu di pesisir ini, keindahannya akan terlihat luar biasa. Pemandangan malam hari bisa memancarkan cahaya indah yang memantul, terlihat hingga ke arah Pertamina. Apalagi dipandang dari laut, daratan kita akan tampak sangat cantik di malam hari. Siapa tahu warga Masiri yang banyak merantau ke Ambon, saat kapal mereka lewat, mereka bisa melihat kampung halaman yang dulu gelap kini bersinar dan berkembang. Itulah kebanggaan yang tak ternilai.”ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada semangat dan partisipasi masyarakatnya sendiri.
“Perkembangan suatu daerah semua tergantung dari semangat masyarakat kita. Kita berjuang dari keluhan masyarakat dan apa yang harus diperjuangkan. Konsepnya adalah: dari masyarakat, untuk masyarakat.”imbuhnya.
Ia juga mengingatkan karakteristik geografis wilayah pesisir:
“Daerah ini bila dikelola dengan baik akan terlihat sangat cantik. Saya juga baru pertama kali ke sini. Saat angin bertiup dari Barat, kondisi laut relatif tenang. Namun saat angin dari Barat Laut, ombak akan pecah di pesisir ini. Karena posisi Buton Selatan berada di pinggiran laut, ini membuat saya teringat pepatah: ‘Barang siapa menguasai lautan, maka ia menguasai perdagangan. Barang siapa menguasai perdagangan, maka ia akan menguasai dunia.’ Mari kita kelola Buton Selatan dengan baik, Insya Allah kemajuannya akan tercapai, dan banyak hal tergantung dari kepemimpinan serta dukungan masyarakatnya,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan kabar gembira terkait upaya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kemarin kita juga bersama masyarakat Siompu mencari titik lokasi pembangunan pembangkit listrik agar Pulau Siompu bisa teraliri listrik 24 jam. Alhamdulillah seluruh Anggota DPRD dari Siompu dan tokoh masyarakat sepakat dan sangat menyambut positif demi pelayanan kebutuhan masyarakat.”jelasnya.
Ia menekankan peran vital listrik sebagai fondasi kemajuan:
“Bila suatu daerah sudah ada listrik, itu adalah tanda kehidupan yang berkembang. UMKM bisa bergerak, kerajinan tangan para orang tua kita bisa berkembang, dan potensi pariwisata daerah pun bisa maju. Nantinya, di wilayah Masiri pun hal serupa bisa terwujud, termasuk rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang digalakkan pemerintah pusat.”terangnya.
Terkait rencana pembangunan infrastruktur dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bupati menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
“Bila ada survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, saya mohon kepada masyarakat, jangan lagi ditanya berapa biaya per meter tanah yang akan digunakan. Cobalah kita berikan dengan ikhlas. Di Batu Atas, masyarakatnya ikhlas menghibahkan lahannya untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di ujung pulau. Di Pulau Siompu pun demikian, mereka mewakafkan tanahnya untuk pemerintah. Karena nantinya yang paling beruntung dan mendapat keuntungan besar adalah masyarakat itu sendiri.”kata Bupati Adios.
Sebagai penutup, Bupati menyampaikan kabar strategis bagi seluruh masyarakat Buton Selatan:
“Untuk saat ini, berdasarkan data yang tercatat di Kementerian terkait, Kabupaten Buton Selatan telah mendapatkan alokasi 5 titik lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ini adalah peluang besar yang harus kita sambut dengan semangat kebersamaan dan partisipasi tulus dari seluruh elemen masyarakat. Mari kita buktikan bahwa Buton Selatan siap maju, dari Masiri, dari Siompu, dari seluruh penjuru pulau ini.”(ha)
Editor : Harry
