EKONOMI RAGAM

Warga Desa Madak Berikan Penjelasan Soal Aktivitas Penebangan dan Klarifikasi Atas Informasi yang Beredar

Share Berita

SBT – Maluku, RN, Today.com — Menanggapi pemberitaan terkait dugaan aktivitas illegal logging di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sejumlah warga setempat memberikan penjelasan agar informasi yang beredar dapat dipahami secara lebih utuh dan berimbang.

Warga mengakui bahwa memang terdapat aktivitas penebangan pohon oleh operator senso di beberapa titik yang merupakan lahan milik masyarakat. Namun, mereka menilai bahwa laporan yang disampaikan kepada Media berita belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut warga Desa Madak Dan Waru, diduga sumber berinisial HT, yang memberikan informasi kepada Media Berita, memiliki latar belakang hubungan sosial yang kurang baik dengan masyarakat Desa Madak. HT, yang diketahui berasal dari seram barat, sebelumnya pernah tinggal dan bekerja dalam kegiatan pengolahan kayu di wilayah SBT.

Namun, dalam perjalanannya, muncul sejumlah persoalan terkait pelaksanaan pekerjaannya di salah satu lokasi milik warga. Situasi tersebut menimbulkan ketegangan dengan pemilik lokasi dan masyarakat, sehingga akhirnya melalui musyawarah, pihak Raja Adat Desa Waru bersama tokoh masyarakat Desa Madak meminta HT untuk meninggalkan desa.

“Informasi yang diberikan mungkin dipengaruhi oleh pengalaman pribadi yang kurang baik di desa ini. Kami hanya berharap setiap laporan bisa disampaikan secara utuh, tidak hanya dari satu sisi,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menambahkan bahwa beberapa kerusakan hutan yang terjadi di masa lalu berkaitan dengan aktivitas HT yang pernah bekerja di wilayah tersebut. Mereka menilai, konteks ini perlu dipahami agar pemberitaan tidak menimbulkan kesalahpahaman baru.

“Kami tidak ingin menyudutkan siapa pun. Tetapi masyarakat mengetahui riwayat aktivitas yang pernah terjadi di sini, termasuk pihak-pihak yang terlibat. Karena itu penting bagi kami untuk meluruskan agar informasi yang beredar tidak keliru,” jelas warga lainnya.

Masyarakat berharap agar setiap pemberitaan terkait Desa Madak disampaikan secara objektif, berimbang, dan mempertimbangkan informasi dari berbagai pihak, bukan hanya dari satu sumber yang memiliki catatan hubungan sosial tertentu di masa lalu.

Editor : RN BE 02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *