Ambon, RN, today.com – Tumpukan sampah kembali mencederai wajah Kota Ambon. Saluran drainase di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Desa Hative Kecil, kawasan Lampu Lima, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kini dipenuhi sampah plastik dan limbah buangan warung makan di sekitarnya. Ironisnya, kondisi tersebut dibiarkan berlarut tanpa penanganan serius dari pihak desa setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, drainase yang berada persis di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) itu sudah lama tersumbat. Sampah berupa botol plastik, sisa makanan, dan limbah cair dari aktivitas warung makan menutup aliran air. Akibatnya, setiap kali hujan turun, air meluap ke badan jalan dan menyeret sampah ke ruas Jalan Sudirman yang merupakan jalur utama lalu lintas kota.
Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Warga sekitar mengaku kondisi tersebut sudah sering terjadi, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari aparat desa maupun instansi terkait.
Padahal, Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin Wattimena kerap menggaungkan kampanye kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penataan drainase sebagai bagian dari upaya mencegah banjir dan menciptakan kota yang bersih dan tertib. Namun realitas di lapangan justru menunjukkan lemahnya tindak lanjut di tingkat bawah.
Pembiaran terhadap drainase tersumbat ini memunculkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan dan tanggung jawab pemerintah desa. Jika persoalan sederhana seperti pembersihan saluran air di titik rawan banjir saja diabaikan, maka wajar publik meragukan keseriusan implementasi kebijakan lingkungan yang selama ini digaungkan Pemkot Ambon.
Warga meminta agar pemerintah desa bersama instansi teknis Kota Ambon segera turun tangan membersihkan drainase, menertibkan pembuangan limbah warung makan, serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuang sampah sembarangan. Tanpa langkah konkret, ancaman banjir dan pencemaran lingkungan di kawasan strategis kota ini hanya tinggal menunggu waktu.
Editor : RN BE02