Ambon, RN today.com – Musim durian di Kota Ambon kembali menghadirkan dua sisi yang kontras: berkah ekonomi bagi pedagang, namun ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Di kawasan Desa Weheru, tepatnya di ruas Jalan Laksda Leo Wattimena, lonjakan aktivitas jual beli durian memicu kemacetan parah yang sulit dihindari.
Para pedagang terlihat memanfaatkan badan jalan sebagai lapak utama. Tumpukan durian memenuhi sisi hingga bagian jalur aspal, memaksa kendaraan roda dua dan roda empat berbagi ruang sempit yang berisiko tinggi. Kondisi ini semakin diperparah saat malam hari, ketika arus kendaraan makin padat.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap durian murah tak terbendung. Warga berbondong-bondong datang dengan motor dan mobil memadati lokasi demi mendapatkan buah favorit dengan harga terjangkau. Namun, euforia ini justru mengabaikan aspek keselamatan, baik bagi pembeli maupun pengguna jalan lainnya.
Sejumlah pengendara mengeluhkan situasi tersebut. Mereka menilai aktivitas jual beli yang mengambil badan jalan bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan nyawa. Risiko kecelakaan meningkat, terutama saat kendaraan harus bermanuver menghindari kerumunan dan parkir sembarangan.
Fenomena ini seakan menjadi masalah rutin setiap musim durian tiba. Minimnya pengawasan dan penertiban membuat pedagang leluasa berjualan tanpa memperhatikan aturan. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital angkutan mobil kontener lewat
Kondisi ini memicu desakan kepada pemerintah dan aparat terkait untuk segera turun tangan. Penataan lokasi jualan serta penegakan aturan lalu lintas dinilai mendesak dilakukan, agar geliat ekonomi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan keselamatan publik di jalan raya. (RN-BE)