RAGAM

Kadis Pariwisata Maluku Apresiasi Atraksi Silat Tradisional di Negeri Luhutuban: Wujud Lestarikan Warisan Leluhur

Share Berita

AMBON  RN Today.Com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Dr. Ahmad Jais Ely, ST., M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Atraksi Silat Tradisional di Negeri Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni bela diri, tetapi juga bentuk nyata pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Maluku.

Dalam keterangannya, Dr. Ahmad Jais Ely menyampaikan ucapan “Selamat dan Sukses” kepada panitia dan masyarakat Negeri Luhutuban atas terselenggaranya atraksi silat tersebut. Ia menilai, semangat masyarakat menjaga tradisi leluhur adalah bagian penting dari pembangunan sektor pariwisata berbasis budaya.
“Atraksi silat tradisional ini adalah warisan tak ternilai yang harus terus dijaga. Selain memperkuat jati diri masyarakat, kegiatan seperti ini juga memiliki daya tarik besar bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Maluku,” ujar Ely dengan nada penuh apresiasi.

Atraksi silat tradisional di Negeri Luhutuban berlangsung semarak, dihadiri oleh tokoh adat, pemuda, dan masyarakat setempat. Gerakan silat yang ditampilkan memadukan unsur seni, spiritualitas, dan filosofi hidup masyarakat Manipa yang menjunjung tinggi keberanian serta kehormatan.

Kadis Pariwisata menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di seluruh daerah Maluku. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang didorong oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.
“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat mencintai budayanya, maka pariwisata daerah akan tumbuh dengan karakter dan kebanggaan,” tambahnya.

Melalui apresiasi ini, Dr. Ahmad Jais Ely ingin menegaskan bahwa Pariwisata Maluku tidak hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang jiwa, nilai, dan tradisi yang hidup dalam masyarakatnya seperti yang tampak dalam atraksi silat tradisional di Negeri Luhutuban

Editor : RN (EB-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *