AMBON, RN today.com – Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku, Kombes Pol Hujra Soumena, resmi menutup Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Garda Pratama PT Braja Jasa Nusantara (BJN) Angkatan I Gelombang I Tahun 2026, Kamis (12/2/2026), di SUPM Ambon.
Sebanyak 74 peserta yang telah menjalani pelatihan selama kurang lebih 10 hari dinyatakan lulus dan siap mengemban tugas sebagai tenaga pengamanan profesional. Dalam sambutannya, Kombes Pol Hujra Soumena menekankan bahwa peran satpam di Maluku bukan sekadar penjaga aset, tetapi juga agen perubahan sosial.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk PT Braja Jasa Nusantara dan para instruktur dari Direktorat Binmas Polda Maluku yang telah berkoordinasi sehingga pelaksanaan pelatihan ini dapat berjalan dengan baik ” ujar Soumena.
Ia mengingatkan bahwa Maluku selama ini masih dilekatkan dengan stigma sebagai daerah rawan konflik. Menurutnya, sejumlah wilayah di Maluku, termasuk Maluku Tengah dan beberapa titik di Kota Ambon, kerap menjadi sorotan akibat gesekan sosial yang cepat membesar, terutama setelah viral di media sosial.
“Ketika di luar Maluku mendengar nama Maluku, sering kali yang terlintas adalah konflik. Ini citra negatif yang harus kita ubah bersama. Dampaknya nyata. Ada investor yang batal masuk karena isu yang terlanjur viral. Ini kerugian besar bagi daerah,” tegasnya.
Soumena menilai, konflik yang terjadi kerap dipicu oleh faktor klasik seperti minuman keras tradisional (sopi), penyalahgunaan narkoba, hingga tingginya angka pengangguran pemuda. Karena itu, ia meminta para lulusan Garda Pratama untuk menjadi teladan disiplin dan ketangguhan di tengah masyarakat.
“Rekan-rekan adalah agen perubahan. Tularkan disiplin, ketangguhan fisik dan mental kepada pemuda-pemuda di lingkungan masing-masing. Kita harus satu tekad menghilangkan stigma bahwa Maluku suka ribut,” katanya.
Baca juga :
- 74 Satpam Garda Pratama BJN Resmi Ditutup, Siap Ditempatkan di Instansi Pemerintah dan Swasta
- PT BJN Tutup Pelatihan Garda Pratama, 74 Peserta Resmi Kantongi KTA dan Siap Kerja
Dirbinmas juga menyinggung peluang besar ke depan, terutama dengan rencana pembukaan Blok Masela yang diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja, termasuk tenaga pengamanan. Ia mendorong agar putra-putri daerah diprioritaskan mengisi peluang tersebut.
“Ini kesempatan emas. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ketika Blok Masela berjalan, kebutuhan tenaga security akan besar. Saya minta perusahaan BUJP ikut bertanggung jawab memperjuangkan alumni-alumni ini agar mendapat tempat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa PT Braja Jasa Nusantara sebagai almamater angkatan pertama memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keberlanjutan program dan penguatan jaringan kerja bagi para lulusan.
“Angkatan pertama ini harus menjadi fondasi. Jangan berhenti di sini. Harus ada keberlanjutan dan peningkatan kualitas,” tambahnya.
Penutupan pelatihan ini menandai lahirnya 74 personel Satpam Garda Pratama yang diharapkan tidak hanya menjaga keamanan objek vital, tetapi juga berperan aktif menjaga stabilitas sosial dan membangun citra positif Maluku di mata nasional.
Editor : RN BE02