KEAMANAN PEMERINTAHAN

Satgas Trisila-26 TNI AL Datang ke Dobo, Fokus Jaga Laut dan Dorong Ekonomi Aru

Share Berita

DOBO, RN today.com – Kedatangan Satuan Tugas Trisila-26 TNI Angkatan Laut di Kabupaten Kepulauan Aru bukan cuma soal upacara dan barisan rapi di dermaga. Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 WIT, Bupati Kepulauan Aru bersama jajaran Forkopimda menyambut langsung Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada III di Dermaga Yos Sudarso, Dobo.

Kehadiran mereka membawa pesan sederhana tapi penting: laut Aru harus aman, karena dari situlah ekonomi daerah bertumpu.

Komandan Gugus Tempur Laut tiba menggunakan KRI Dorang-874, lalu rombongan juga melakukan kunjungan di atas KRI Balongan-908. Kapal perang memang identik dengan pertahanan, tapi di wilayah seperti Aru, kapal-kapal ini juga jadi simbol kehadiran negara untuk melindungi nelayan, jalur pelayaran, dan sumber daya laut.

Operasi Trisila-26 sendiri berjalan berdasarkan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Sprin/2938/XII/2025. Fokusnya bukan sekadar patroli, tetapi pengamanan wilayah laut strategis di tahun 2026, termasuk kawasan timur Indonesia yang dikenal rawan illegal fishing dan aktivitas penyelundupan.

Bagi masyarakat Aru, isu ini bukan hal jauh. Laut adalah dapur utama ekonomi daerah. Perikanan menjadi tulang punggung penghasilan warga. Kalau laut aman, nelayan tenang melaut. Kalau pengawasan kuat, praktik pencurian ikan bisa ditekan. Dampaknya langsung terasa ke pendapatan masyarakat dan perputaran ekonomi lokal.

Bupati Kepulauan Aru dalam momentum penyambutan itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin terlibat aktif dalam isu pertahanan perairan. Sinergi antara pemda dan TNI AL jadi kunci, apalagi Aru berada di wilayah yang berbatasan dengan perairan internasional.

Selama 4–6 Maret 2026, Satgas Trisila-26 dijadwalkan menjalankan sejumlah agenda di Aru. Publik tentu berharap kehadiran ini bukan hanya seremoni, tetapi membawa hasil nyata: pengawasan lebih ketat, rasa aman bagi nelayan, dan perlindungan sumber daya laut.

Di tengah dinamika kawasan timur, Dobo dan Kepulauan Aru bukanlah wilayah pinggiran. Justru dari beranda terdepan inilah kedaulatan dan ekonomi maritim Indonesia diuji. Ketika laut dijaga dengan serius, ekonomi daerah pun ikut bergerak lebih pasti.(RN-BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *