ORGANISASI POLITIK

Soroti Medsos Tak Sehat, LAPMI PB HMI Sepakat dengan Sufmi Dasco Ahmad: Literasi Digital Harus Diperkuat

Share Berita

JAKARTA, RN today.com – Lembaga Pers Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LAPMI PB HMI) menyatakan sependapat dengan pandangan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyoroti kondisi media sosial di Indonesia yang dinilai semakin tidak sehat akibat maraknya saling mencaci di ruang digital.

Wakil Direktur Eksternal LAPMI PB HMI, Fadel Rumakat, mengatakan pernyataan tersebut menjadi refleksi penting bagi masyarakat untuk memperbaiki cara berkomunikasi di media sosial. Ia menilai, kebebasan berpendapat di ruang digital harus tetap diiringi dengan etika, tanggung jawab, serta semangat menjaga persatuan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Fadel di sela-sela kegiatan pelantikan pengurus LAPMI PB HMI yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026). Menurutnya, kondisi media sosial saat ini menunjukkan perlunya penguatan literasi digital agar masyarakat mampu menyampaikan kritik secara sehat dan konstruktif.
“Media sosial adalah ruang publik baru dalam demokrasi. Namun jika diisi dengan caci maki dan ujaran yang tidak sehat, maka yang terjadi bukan diskursus yang membangun, melainkan polarisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Fadel menegaskan bahwa penguatan literasi digital menjadi langkah penting untuk membangun budaya komunikasi yang lebih dewasa di ruang digital. Ia menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem media sosial yang lebih sehat.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pers mahasiswa dan literasi media, LAPMI PB HMI, kata Fadel, siap mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait etika bermedia sosial dan pentingnya verifikasi informasi.
“Kami melihat bahwa literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menyampaikan pendapat di ruang publik digital,” kata Fadel.

Ia menambahkan bahwa jaringan LAPMI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dapat menjadi kekuatan penting dalam mengkampanyekan budaya bermedia sosial yang sehat, kritis, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“LAPMI PB HMI siap menggerakkan jejaring kami di berbagai provinsi untuk mendorong edukasi literasi digital serta membangun budaya diskusi yang lebih sehat di media sosial,” ujarnya.

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa kondisi media sosial saat ini menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat sipil saling mencaci dan mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan cara yang tidak sehat. Ia menekankan pentingnya persatuan nasional serta kontribusi nyata masyarakat sipil dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan nasional. (RN-BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *