Ambon, RN today.com – Fahri Leka membantah keras pemberitaan salah satu media online di Maluku yang menuding dirinya memanfaatkan kedekatan dengan Hendrik Lewerissa untuk menjanjikan proyek maupun jabatan kepada sejumlah pihak. Ia menilai pemberitaan tersebut sebagai fitnah yang sengaja diarahkan untuk merusak reputasi dan menyerang pribadinya.
Menurut Fahri, narasi yang menyebut dirinya menjanjikan proyek serta posisi jabatan kepada orang lain karena dianggap dekat dengan gubernur merupakan tuduhan yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan telah mencemarkan nama baiknya di ruang publik.
Fahri juga menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya memiliki kedekatan khusus dengan Gubernur Maluku. Ia secara tegas membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa tuduhan itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Bahkan Gubernur saja tidak mengenal saya secara pribadi. Jadi sangat tidak masuk akal jika saya disebut memanfaatkan kedekatan dengan beliau untuk menjanjikan proyek atau jabatan kepada siapa pun,” tegas Fahri ke media 12/02/2026.
Ia menilai narasi yang membangun seolah – olah dirinya memiliki akses langsung kepada gubernur merupakan upaya framing yang sengaja dibuat untuk memperkuat tuduhan yang tidak benar terhadap dirinya.
Fahri menyatakan bahwa pemberitaan yang menyerang dirinya diduga berkaitan dengan langkah yang sebelumnya melaporkan dugaan indikasi penyelewengan di UPTD Laboratorium Pengujian dan Peralatan Berat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku. Laporan tersebut, kata dia, bahkan telah menjadi perhatian aparat pengawasan internal pemerintah.
Ia mengungkapkan bahwa laporan yang disampaikan telah ditindaklanjuti oleh Inspektorat Provinsi Maluku serta menjadi bagian dari proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Fahri menduga pemberitaan yang menyerangnya merupakan bentuk balasan yang bertujuan menekan dirinya agar tidak lagi membuka persoalan yang sedang diungkap.
“Saya melihat pemberitaan ini sebagai upaya untuk menghakimi saya di ruang publik dan membungkam langkah saya dalam membuka dugaan penyimpangan yang terjadi,” ujar Fahri.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan proyek maupun jabatan kepada siapa pun. Fahri juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai pemberitaan yang dapat menggiring opini tanpa didukung fakta yang jelas.
Fahri berharap media menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan, sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada publik tidak menjadi alat untuk menyerang pribadi seseorang atau membangun opini yang menyesatkan. (RN-BE)