HUKUM PEMERINTAHAN

Damai di Loki: Pemkab SBB Redam Konflik Ani–Tanah Goyang, Bupati Tekankan Rekonsiliasi dan Hukum Tetap Jalan

Share Berita

SBB, RN today.com – Upaya meredam konflik sosial kembali diuji. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akhirnya berhasil memfasilitasi perdamaian antara warga Dusun Lani dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, setelah ketegangan yang sempat memanas sejak 20 Maret 2022.

Kesepakatan damai itu diteken dalam rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati SBB, Senin (23/3/2022). Langkah ini menjadi penanda penting bahwa konflik yang dipicu kesalahpahaman antar pemuda tidak dibiarkan berlarut hingga mengganggu stabilitas keamanan wilayah.

Bupati SBB, Asri Arman, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya rekonsiliasi sebagai jalan keluar utama.
“Mari kita mencari solusi dan saling memaafkan antara kedua dusun guna menuntaskan permasalahan yang terjadi,” tegasnya.

Namun, pendekatan damai yang diambil pemerintah daerah tidak berarti mengabaikan aspek hukum. Pemkab bersama aparat keamanan menegaskan bahwa proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat tetap berjalan sesuai ketentuan.

Baca : https://vt.tiktok.com/ZSuKMAden/

Di balik narasi damai, terdapat pola klasik konflik sosial di tingkat akar rumput: kesalahpahaman kecil yang membesar akibat minimnya kontrol informasi dan cepatnya eskalasi emosi massa. Jika tidak ditangani cepat, konflik semacam ini kerap menjadi bom waktu bagi stabilitas daerah.

Perwakilan masyarakat dari kedua dusun akhirnya sepakat mengakhiri konflik dan kembali pada nilai persaudaraan. Komitmen itu dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang mencakup penghentian konflik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Bupati juga mengingatkan bahaya isu liar yang kerap menjadi bahan bakar konflik. Ia meminta setiap informasi yang berpotensi memicu ketegangan segera diklarifikasi dan dikoordinasikan agar tidak berkembang menjadi provokasi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab SBB menyatakan akan:

  • Menyalurkan bantuan kepada korban terdampak
  • Meningkatkan patroli keamanan
  • Memperkuat peran masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah

Meski perdamaian telah disepakati, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah penandatanganan. Konsistensi menjaga komitmen damai dan penegakan hukum yang adil akan menjadi ujian apakah konflik ini benar-benar selesai, atau sekadar mereda sementara. (tiktokpemkabsbb)

 

Editor : RNBE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *