PENDIDIKAN

Olimpiade Sains Unpatti Dorong Transformasi Pendidikan dan Pemetaan Talenta Unggul di Maluku

Share Berita

Ambon, RN Today.com –  Universitas Pattimura kembali menegaskan perannya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis sains dan teknologi melalui penyelenggaraan Olimpiade Sains Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi mulai diarahkan sebagai instrumen strategis untuk memetakan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Maluku.

Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, dalam penutupan kegiatan di Aula Rektorat, Selasa (14/4/2026), menegaskan bahwa penguatan SDM di bidang sains menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan global yang semakin kompetitif.

Menurutnya, langkah transformasi kelembagaan dari FMIPA menjadi FST pada 2024 bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan strategi memperluas cakupan keilmuan. “Penambahan program studi dari empat menjadi 12 adalah bentuk keseriusan universitas dalam menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya.

Namun, lebih jauh dari itu, Leiwakabessy menyoroti pentingnya pengelolaan data peserta secara berkelanjutan. Ia menilai, selama ini ajang kompetisi sering berhenti pada seremoni, tanpa diikuti analisis mendalam terhadap potensi siswa.

“Data peserta harus dikelola serius. Dari situ kita bisa membaca tren, melihat kekuatan sekolah, dan merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar Olimpiade Sains tidak berjalan eksklusif di kalangan siswa saja, melainkan turut melibatkan guru sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan secara sistemik.

Dari sisi pemerintah, Fentje Mandaku selaku Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku mengakui bahwa kompetisi seperti ini menjadi ruang strategis dalam membangun ekosistem prestasi.

“Kami tidak hanya bicara lomba, tapi bagaimana membangun minat, bakat, dan keberanian siswa untuk tampil,” katanya.

Ia memaparkan, Pemerintah Provinsi Maluku saat ini tengah mendorong sejumlah program prioritas pendidikan, mulai dari pemerataan tenaga pendidik, peningkatan fasilitas sekolah, hingga implementasi pembelajaran digital. Bahkan, intervensi seperti program makan bergizi gratis dan penguatan fasilitas UKS turut digencarkan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak.

Sementara itu, Ketua Panitia Olimpiade Sains, Windi Mose, menilai tren peningkatan jumlah peserta setiap tahun menjadi indikator tumbuhnya kesadaran sekolah terhadap pentingnya kompetisi akademik.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan talenta unggul dari Maluku,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, SD Citra Kasih Ambon, SMP Dian Harapan Ambon, dan SMA Negeri 1 Ambon keluar sebagai juara umum. Penghargaan diserahkan langsung oleh rektor sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut.

Ke depan, Unpatti mendorong adanya pengakuan resmi dari pemerintah pusat agar Olimpiade Sains yang digelar dapat menjadi jalur seleksi menuju kompetisi tingkat nasional. Langkah ini dinilai penting agar potensi siswa Maluku tidak berhenti di level lokal, tetapi mampu bersaing di panggung yang lebih luas.

Di tengah berbagai tantangan pendidikan di daerah, Olimpiade Sains FST Unpatti menjadi bukti bahwa transformasi tidak cukup hanya dengan kebijakan, tetapi harus ditopang oleh konsistensi pembinaan dan keberanian membaca potensi generasi muda secara lebih terstruktur. (RN-BE)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *