RAGAM SOSIAL

Tokoh Muda SBB Nilai Pernyataan Akademisi UIN Ambon Tendensius Soal Isu Istri Bupati

Share Berita

SBB, RN Today.com – Pernyataan salah satu akademisi dari UIN AM Sangadji Ambon terkait isu dugaan keterlibatan istri Bupati SBB dalam perintah penjemputan seorang pejabat daerah oleh Satpol PP menuai kritik.

Tokoh muda Seram Bagian Barat (SBB), La Maarup Tomia, menilai pernyataan tersebut bersifat tendensius dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurut Tomia, dugaan yang beredar hingga saat ini masih berupa isu yang belum tervalidasi kebenarannya. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika langsung ditarik pada kesimpulan yang lebih luas, apalagi hingga dikaitkan dengan potensi konflik sosial.

“Isu ini sendiri belum jelas kebenarannya, masih sebatas dugaan. Tapi dalam pernyataannya justru diperluas dengan narasi bisa memicu pembelahan sosial dan konflik. Ini yang saya nilai tendensius,” tegasnya dalam keterangan ke media 24/04/2026

Ia mengingatkan bahwa narasi yang tidak terukur justru dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, terutama jika disampaikan oleh figur akademisi yang memiliki pengaruh dalam membentuk opini publik.

Tomia menegaskan, sebagai akademisi tentu memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan pandangan. Namun, ia menilai hal tersebut harus didasarkan pada verifikasi fakta yang jelas serta mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

“Kalau belum tervalidasi, sebaiknya tidak langsung digiring ke narasi besar seperti konflik sosial. Itu bisa disalahpersepsikan oleh publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, terutama dalam isu-isu sensitif yang berpotensi memicu kegaduhan.

“Akademisi harus menjaga keseimbangan narasi, bukan justru memperkeruh situasi dengan asumsi yang belum tentu benar,” tambahnya.

Tomia berharap semua pihak, termasuk kalangan akademisi dan media, dapat lebih bijak dalam menyikapi isu yang berkembang, dengan mengedepankan verifikasi dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Editor : RN-BE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *