MALUKU, RN Today.com – Pengangguran masih menjadi luka lama yang belum juga sembuh di Maluku. Di tengah bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun, kesempatan kerja justru berjalan di tempat. Ribuan anak muda Maluku kini menghadapi kenyataan yang memprihatinkan: memiliki gelar sarjana, tetapi tidak memiliki pekerjaan yang layak.
Fenomena ini tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Di balik angka pengangguran terdapat harapan yang tertunda, masa depan yang menggantung, dan keluarga yang terus menanggung beban ekonomi. Setiap tahun kampus-kampus di Maluku menghasilkan lulusan baru dengan semangat untuk membangun daerah. Namun semangat itu perlahan memudar ketika lapangan kerja yang tersedia jauh dari cukup untuk menampung mereka.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa harus menjadikan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama pembangunan. Rakyat tidak hanya membutuhkan jalan, jembatan, atau gedung baru. Rakyat membutuhkan pekerjaan. Sebab pekerjaan adalah pintu menuju kesejahteraan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.
Maluku sejatinya bukan daerah yang miskin potensi. Laut yang luas, kekayaan perikanan, sektor pariwisata, perkebunan, hingga sumber daya energi merupakan modal besar yang dimiliki daerah ini. Persoalannya bukan pada ketiadaan sumber daya, melainkan pada kemampuan mengelola potensi tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Selama bertahun-tahun, investasi yang masuk ke Maluku masih belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja. Industri pengolahan yang seharusnya menjadi motor ekonomi juga belum berkembang optimal. Akibatnya, nilai tambah dari kekayaan daerah lebih banyak dinikmati pihak lain, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.
Pemerintah daerah harus berani keluar dari pola pembangunan yang hanya berorientasi pada proyek fisik. Sudah saatnya fokus diarahkan pada pembangunan ekonomi produktif yang mampu melahirkan usaha-usaha baru, mendorong pertumbuhan industri, memperkuat UMKM, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang serius membangun Maluku. Kemudahan berusaha, kepastian hukum, dan stabilitas keamanan harus menjadi jaminan yang diberikan pemerintah kepada dunia usaha.
Persoalan pengangguran juga tidak bisa dilepaskan dari ancaman sosial yang ditimbulkannya. Tingginya angka pengangguran berpotensi memicu kemiskinan, meningkatkan kriminalitas, memperlebar kesenjangan sosial, hingga menumbuhkan rasa frustrasi di kalangan generasi muda. Daerah yang gagal menyediakan pekerjaan bagi rakyatnya sesungguhnya sedang mempertaruhkan masa depan sosialnya sendiri.
Karena itu, keberhasilan pemerintahan Hendrik Lewerissa tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diluncurkan atau besarnya anggaran yang terserap. Ukuran yang paling mudah dirasakan rakyat adalah berapa banyak lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Berapa banyak anak muda yang berhasil mendapatkan pekerjaan. Dan berapa besar angka pengangguran yang mampu ditekan.
Program pembangunan daerah, termasuk Sapta Cita Lawamena, harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Jika tidak mampu menjawab persoalan pengangguran, maka program-program tersebut hanya akan menjadi dokumen perencanaan yang indah dibaca tetapi minim manfaat bagi rakyat.
Hari ini masyarakat Maluku tidak sedang menunggu slogan baru. Mereka tidak sedang menunggu seremoni pembangunan. Mereka menunggu kesempatan kerja. Mereka menunggu investasi yang benar-benar hadir. Mereka menunggu ekonomi yang bergerak dan menghadirkan harapan baru. Di titik inilah Gubernur Maluku dituntut untuk berpikir lebih keras, bekerja lebih nyata, dan memeras seluruh kemampuan pemerintahan yang dipimpinnya agar generasi muda Maluku tidak terus berdiri dalam antrean panjang pengangguran.
Sebab pada akhirnya, rakyat akan menilai keberhasilan pemerintah bukan dari apa yang dijanjikan, melainkan dari pekerjaan yang tersedia dan kesejahteraan yang benar-benar mereka rasakan.
Oleh: Redaksi News Today.com
