AMBON, RN Today.com – Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan PT Hatfield Indonesia yang berlangsung di ruang kerja Rektor Universitas Pattimura, Lantai III Gedung Rektorat, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi itu membahas rencana pembentukan Center of Excellence (CoE) Pembangunan Rendah Karbon (PRK) di Provinsi Maluku. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, menyambut positif kunjungan tersebut dan memberikan apresiasi atas inisiatif PT Hatfield Indonesia dalam membangun kemitraan dengan dunia akademik.
Menurut Rektor, kerja sama tersebut sejalan dengan konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap berbagai persoalan di lingkungan sekitar dapat diatasi melalui kerja sama yang terbangun,” ujar Leiwakabessy.
Ia juga menjelaskan bahwa Universitas Pattimura saat ini memiliki 21 pusat kajian yang siap mendukung berbagai kebutuhan penelitian dan pengembangan guna memastikan program-program yang dirancang dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, perwakilan PT Hatfield Indonesia, Nita, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir tim LCDI bersama PT Hatfield Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan di Maluku, termasuk penyusunan dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) yang melibatkan akademisi serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Menurutnya, periode 2026–2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas lokal dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon di Maluku.
“Center of Excellence yang direncanakan ini akan menjadi instrumen strategis yang menyediakan pusat data, pusat informasi, serta berbagai sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembangunan di Provinsi Maluku,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nita menambahkan bahwa keberadaan CoE nantinya akan memudahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengakses data, informasi, serta hasil-hasil kajian yang dibutuhkan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
Melalui pertemuan ini, Universitas Pattimura dan PT Hatfield Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan Center of Excellence Pembangunan Rendah Karbon di Maluku. Kehadiran pusat unggulan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan pengetahuan, inovasi, serta pengambilan kebijakan berbasis data demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Dr. Ruslan H.S. Tawari, S.Pi., M.Si., para dekan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Estevanus K. Huliselan, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Teknik Johanna Matakupan, ST., MT., perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, serta perwakilan PT Hatfield Indonesia.
Editor : BE
