BUDAYA KEAMANAN

Jaga Soliditas Sosial dan Kamtibmas, Warga Diminta Tidak Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi di Media Sosial

Share Berita

Ambon, RN Today.com – Fungsionaris KNPI Maluku, Umar Rumakefing, mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Maluku agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong (hoaks), narasi provokatif, maupun isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.

Menurut Umar, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memicu keresahan sosial, memecah soliditas persatuan warga, serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertibiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Provinsi Maluku.

Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berita. Namun, di sisi lain, media sosial juga kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, serta narasi provokatif yang berpotensi memicu keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan platform media sosial. Jangan mudah percaya apalagi menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas. Pastikan terlebih dahulu kevalidan sebelum membagikannya kepada orang lain,” ujar Umar Rumakefing.

Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif. Oleh karena itu, setiap warga diharapkan mengedepankan prinsip persaudaraan (Orang Sudara/Pela Gandong), untuk memperkuat semangat toleransi, kerukuanan beragama serta tidak mudah tersulut oleh narasi dan arus informasi yang mengandung unsur provokasi maupun ujaran kebencian.

Umar juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya aparat keamanan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Provinsi Maluku. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan aparat penegak hukum.

“Kondusivitas Maluku adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta menolak segala bentuk hoaks dan provokasi yang dapat mengganggu stabilitas serta ketenteraman masyarakat,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Umar Rumakefing mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang positif, edukatif, dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap hoaks dan provokasi, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Provinsi Maluku tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, damai, dan harmonis.

Editor : RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *