PEMERINTAHAN POLITIK

Fitnah Berbalut Spekulasi, Koordinator Liputan LAPMI PB HMI Desak Media Koreksi Pemberitaan Tidak Berimbang Ke Bupati SBB

Share Berita

Oleh: Aldin Keliangin, Koordinator Liputan LAPMI PB HMI

SBB RN Today.com – Sejak dilantik pada Februari 2025 dengan mandat 36.304 suara masyarakat Seram Bagian Barat (SBB), Bupati Asri Arman telah menunjukkan komitmennya membangun daerah mulai dari kunjungan kerja ke berbagai instansi, perhatian terhadap dunia pendidikan, hingga kehadirannya di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan. Sayangnya, kerja-kerja tersebut kini coba dibayangi oleh sebuah narasi murahan: tudingan bahwa beliau “dikendalikan” istrinya, hanya berdasarkan satu foto yang beredar di grup WhatsApp tanpa konteks yang jelas.

Sebagai kalangan akademisi dan pers mahasiswa, kami merasa perlu menyatakan sikap tegas: ini bukan jurnalisme, ini character assassination.

Fitnah yang Dibungkus Pertanyaan
Media yang menurunkan berita tersebut sesungguhnya sadar bahwa tudingan itu tidak berdasar terbukti dari pengakuan mereka sendiri bahwa isu itu “masih sebatas spekulasi belum dapat dipastikan kebenarannya”. Namun alih-alih menahan diri, mereka tetap memilih menaikkannya sebagai berita, lengkap dengan judul yang menghakimi. Ini adalah taktik lama yang sudah dikenal luas dalam studi media: melempar tudingan berbalut kata “diduga” atau “isu”, padahal efeknya di benak publik sama saja  mencemarkan nama baik seorang kepala daerah yang dipilih secara sah oleh rakyat.

Kita semua tahu, satu foto tidak pernah bisa menjelaskan keseluruhan konteks sebuah momen. Bisa jadi itu dokumentasi kegiatan seremonial PKK, bisa jadi sekadar foto santai di sela kunjungan, atau berbagai kemungkinan wajar lainnya. Namun karena tidak menguntungkan pihak-pihak tertentu, kemungkinan-kemungkinan wajar itu sengaja diabaikan, dan yang dipilih justru interpretasi paling buruk.

Mengadili Tanpa Pembelaan Adalah Bentuk Kezaliman
Prinsip paling dasar dalam hukum maupun etika bermasyarakat adalah audi et alteram partem dengarkan pula pihak yang dituduh sebelum menjatuhkan penilaian.

Faktanya, hingga saat ini belum ada satu pun konfirmasi resmi yang diminta secara layak dan diberi ruang cukup kepada Bupati Asri Arman maupun keluarganya untuk menjelaskan duduk perkara sesungguhnya. Publik justru sudah lebih dulu digiring untuk percaya pada narasi terburuk.

Kami menilai, siapa pun yang pertama kali menyebarkan foto tersebut dengan keterangan provokatif “ibu bupati”, patut dipertanyakan motifnya. Sangat mungkin ini bukan sekadar keisengan warganet, melainkan bagian dari upaya sistematis menjatuhkan kredibilitas seorang kepala daerah yang baru satu tahun menjabat  sebuah pola yang lazim terjadi di berbagai daerah menjelang dinamika politik lokal memanas.

Kepemimpinan Tidak Diukur dari Foto, Tapi dari Kerja Nyata
Alih-alih sibuk menuduh berdasarkan satu foto, publik SBB semestinya menilai kepemimpinan Bupati Asri Arman dari kebijakan dan program yang telah dan akan dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan seorang istri kepala daerah dalam kegiatan PKK adalah hal yang lazim dan sah secara kelembagaan di seluruh Indonesia bukan indikasi pengambilalihan kewenangan pemerintahan, apalagi bukti “pengendalian”.

Kami mendesak media yang bersangkutan untuk meralat pemberitaan yang tidak berimbang tersebut, serta memberi ruang klarifikasi yang layak kepada Bupati Asri Arman. Kami juga mengajak masyarakat SBB untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dibangun di atas spekulasi semata. Kepemimpinan yang baik dibangun dengan kerja, bukan dijatuhkan dengan gosip.

Editor : BR03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *