BUDAYA PARIWISATA PEMERINTAHAN PENDIDIKAN

SINERGI PERGURUAN TINGBUPATI ADIOS TEKANKAN SDM BERKUALITAS, BERSAMA UMPO

Share Berita

“SINERGI PERGURUAN TINGGI & PEMBANGUNAN DAERAH: BUPATI ADIOS TEKANKAN SDM BERKUALITAS, INFRASTRUKTUR DAN KOLABORASI INVESTOR”

REDAKSINEWSTODAY, BATAUGA,  — Bupati Kabupaten Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA. menerima audiensi jajaran Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) di Ruang Kerja Bupati, pada Senin, 24/8/2026. Pertemuan strategis ini dihadiri pula oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buton Selatan, serta Perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan yang turut memberikan dukungan penuh atas kehadiran UMPO.

Dalam dialog tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjalin kemitraan erat antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan pembangunan daerah.

Bupati menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah ini tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari roda pembangunan daerah.

“Kita harus bisa menghubungkan perguruan tinggi dengan daerah kita, agar masyarakat bisa disuplai dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Lulusan yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga ilmu yang dipelajari bisa langsung diterapkan untuk memajukan Buton Selatan,” ungkap Bupati Adios.

Ia juga memberikan harapan besar kepada UMPO agar menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan tenaga kerja yang kompeten di berbagai sektor.

“Semoga UMPO bisa menjadi bagian dari pembangunan daerah. Kami berharap UMPO terus tumbuh dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Buton Selatan,” tambahnya.

Perwakilan DPRD Buton Selatan yang hadir turut menyambut baik sinergitas ini dan menyatakan dukungan penuh agar kerjasama antara pemerintah daerah dan UMPO dapat berjalan lancar dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur dasar yang merata dan terjangkau menjadi fokus utama yang disampaikan Bupati dalam pertemuan tersebut.

“Saya berharap rumah sakit yang kita bangun nanti harus bisa terjangkau, agar semua warga bisa terlayani dengan baik. Tidak ada satu pun warga yang terhalang biaya saat membutuhkan pengobatan, dan tidak terlalu jauh untuk di jangkau bagi pasien baik dari Lapandewa maupun Sampolawa, ” tegas Bupati.

Terkait rencana pembangunan fisik daerah, Bupati mengungkapkan langkah-langkah strategis yang sedang dan akan dilaksanakan:

“Kita akan membangun perumahan ASN, Kantor Bupati yang baru, dan juga kita akan mendirikan Rumah Sakit Muhammadiyah di Buton Selatan. Semoga dengan bertambahnya fasilitas kesehatan, akses pelayanan bagi masyarakat semakin baik dan merata di seluruh wilayah,” jelasnya.

Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, Bupati menekankan pentingnya peran investor, terutama investor lokal.

“Kita harus berkolaborasi dengan investor lokal untuk bisa mengembangkan daerah yang memiliki potensi besar ini. Perlu diketahui, 93% potensi kekayaan dan sumber daya di daerah ini sebenarnya dikuasai oleh masyarakat sendiri. Maka peran investor lokal harus didorong dan diperkuat, bukan hanya investor dari luar,” papar Bupati.

Namun kolaborasi ini harus berjalan dengan aturan main yang jelas.

“Peran pemerintah di sini adalah menjadi wasit. Mengatur, mengawasi, dan memastikan kerjasama ini berjalan adil. Tujuan akhirnya hanya satu: kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkeadilan,” tambah nya.

Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan akar jati diri daerah.

“Jangan lupakan peran kebudayaan dan dunia pariwisata. Potensi wisata kita sangat besar, dan budaya adalah daya tarik utamanya. Termasuk peran Parabela, harus dikembalikan ke tempatnya yang terhormat sebagai kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” pesan Bupati.

Sebagai penutup arahannya, Bupati Adios menyampaikan prinsip dasar yang selalu beliau pegang dalam memimpin, diambil dari kearifan lokal Buton:

“Saya mengambil falsafah Buton: ‘Bhólimo Karo Somanamo Lipu’. Artinya, Jangankan diri melainkan kepentingan Negeri”. Semoga ini menjadi pedoman kita semua bahwa setiap kebijakan yang kita ambil, setiap langkah yang kita ambil, harus bermuara pada satu tujuan: kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Buton Selatan,” pungkasnya.

Pertemuan audiensi ini berjalan hangat dan penuh harapan, dengan komitmen bersama pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi menuju Buton Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berbudaya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *