INFRASTRUKTUR PEMERINTAHAN

Anggaran Miliaran Cair, RS Piru Tetap Gelap Gulita, Genset Jadi Pajangan Mahal

Share Berita

Maluku RN Today.com – Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku menuai kritik tajam. Meski anggaran miliaran rupiah telah dikucurkan untuk pengadaan listrik darurat, rumah sakit kebanggaan masyarakat (SBB) ini justru kerap berubah menjadi “rumah hantu” saat aliran listrik PLN padam.

Irwan Rumuar mengungkapkan, Fasilitas vital berupa instalasi genset dan rehabilitasi instalasi bangunan di RSUD Piru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Proyek yang seharusnyamenjamin ketersediaan listrik 24 jam bagi pelayanan medis ini justru “bisu” dan tak kunjung dioperasikan, sehingga pasien sering kali harus menjalani perawatan dalam kondisi gelap gulita. Ungkapnya kepada awak media Senin, (08/02/2026)

Kritik keras dialamatkan kepada Direktur RSUD Piru Yunia Ningsih, yang dinilai gagal mengelola fasilitas rumah sakit. Dampaknya dirasakan langsung oleh para pasien, tenaga medis, dan keluarga pasien yang harus bertaruh nyawa di tengah minimnya penerangan.

Lebih lanjut Rumuar mengatakan, persoalan Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak hidup masyarakat. Ibu Direktur harus menjelaskan mengapa mesin yang dibeli dengan uang rakyat tidak beroperasi saat dibutuhkan, tegasnya

RSUD Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut, kegagalan fasilitas ini mencoreng citra pelayanan publik di Bumi Saka Mese Nusa.

Kondisi memprihatinkan ini terus berulang pasca penyelesaian paket pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) tahun 2025 Meski anggaran telah dicairkan dan pekerjaan fisik dinyatakan selesai, manfaatnya belum dirasakan masyarakat hingga saat ini.

Hal ini menjadi sorotan karena adanya kucuran dana yang fantastis. Pemerintah daerah telah menggelontorkan Pagu Anggaran sebesar Rp1.586.833.000. Investasi sebesar 1,5 miliar rupiah tersebut dianggap sia-sia karena tidak mampu menjawab kebutuhan mendasar rumah sakit, yakni listrik cadangan yang stabil.

ia juga menjelaskan bahwa ketiadaan listrik darurat ini sangat membahayakan nyawa pasien, terutama di ruang-ruang kritis seperti IGD atau ruang operasi.

“Bagaimana mungkin anggaran sebesar itu hanya menghasilkan instalasi yang menganggur? Kami menduga ada manajemen yang buruk. Jangan sampai publik beranggapan ini hanya proyek formalitas di atas kertas sementara rakyat menderita di lapangan,” tutupnya.

Hingga berita ini di tayangkan pihak terkait belum memberikan keterangan.

Editor : RN BR03

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *