Ambon 10 April 2026
Penulis : W. Tomson (Pengamat Kebijakan Publik)
MALUKU, RN Today.com – Pendidikan adalah kunci untuk memajukan suatu bangsa, namun potret pendidikan di Maluku masih sangat memprihatinkan. beberapa Sekolah seperti di Damer, di Kabupaten Maluku Barat Daya, di Kilmury Kabupaten Seram Bagian Timur, serta sekolah di Negeri Manusela Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, adalah contoh nyata dari kesenjangan pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat harus lebih fokus pada pendidikan di daerah-daerah terpencil dan 3T di Maluku. Persoalan ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat, tetapi juga membutuhkan perhatian serius dari Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat. Ketika Presiden Prabowo menitikberatkan pada Pengembangan SDM, maka daerah-daerah seperti inilah yang seharusnya menjadi perhatian.
Kenyataan kondisi pendidikan di Maluku yang memprihatinkan seperti di Damer, Kilmury, dan Seram Utara, memang kontras dengan data indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku tahun 2025 mencapai 74,09, meningkat 0,69 poin atau 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 73,40 yang sangat berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan.
Yang artinya, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Maluku memang meningkat dari tahun ke tahun, tapi masih ada kesenjangan besar antara data statistik dan realitas di lapangan. Ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain yang harus disikapi dengan analisis yang lebih mendalam semisal kualitas pendidikan rakyat dan infrastruktur pendidikan.
Jadi, meskipun IPM di Maluku meningkat namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas masyarakat terutama pada sektor pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil dan daerah 3T.
Hilirisasi pembangunan harus menyentuh dunia pendidikan, terutama di wilayah Timur Indonesia yang masih minim infrastruktur pendidikan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mempersiapkan Sumber Daya Indonesia yang berkualitas, guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sebab pendidikan adalah kunci untuk memajukan suatu bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah Kota/Kabupaten harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Timur Indonesia. Ini dapat dilakukan dengan membangun infrastruktur pendidikan yang memadai, meningkatkan kualitas guru, dan menyediakan sumber daya pendidikan yang cukup.
Wilayah Timur Indonesia, seperti Maluku, masih memiliki banyak tantangan dalam bidang pendidikan. Banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas yang kurang, laboratorium yang tidak lengkap, dan perpustakaan yang terbatas. Selain itu, kualitas para guru juga masih perlu ditingkatkan, serta sumber daya pendidikan yang masih kurang.
Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah harus meningkatkan investasi dalam bidang pendidikan di Maluku. Ini dapat dilakukan dengan membangun sekolah yang baru, meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan pendidikan, serta menyediakan sumber daya pendidikan yang cukup, seperti buku pelajaran dan teknologi informasi.
Pemerintah harus meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas di daerah-daerah terpencil, dengan membangun infrastruktur pendidikan yang memadai, meningkatkan kualitas guru, dan menyediakan sumber daya pendidikan yang cukup. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, sehingga anak-anak di daerah-daerah terpencil dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Sehingga ke depan, kita dapat berharap bahwa generasi muda di Maluku dan Indonesia secara keseluruhan dapat memiliki kualitas yang lebih baik, dan Indonesia dapat mencapai cita-cita menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045. Saatnya kita bekerja sama untuk memajukan pendidikan di Indonesia, dimulai dari daerah-daerah terpencil di Maluku.
Editor : RN-BE